by

Pemkot Perketat Pergerakan Warga

Mulai Kamis, 8 Juli besok, Pemerintah Kota Ambon mulai perketat pergerakan masyarakat di Kota Ambon . Ini sesuai dengan Instruksi Walikota Ambon nomor 2 tahun 2021, dimana tidak sembarangan warga bisa melakukan aktivitas.

Semua pintu masuk ke Kota Ambon akan dijaga ketat oleh tim Satgas Covid-19. Warga akan diijinkan masuk atau keluar bila telah mengantongi kartu vaksin atau hasil swab PCR yang dinyatakan negatif.

Tak hanya itu, semua tempat hiburan baik karoke, bioskop dan wisata akan ditutup secara serentak. Sementara rumah makan dan tempat kuliner bisa beroperasi, tetapi tidak melayani makan ditempat.

Bahkan resepsi pernikahan juga tidak boleh digelar, karena dinilai menimbulkan kerumunan masyarakat. Sehingga bisa berdampak besar terhadap penularan virus mematikan yang diketahui mengalami peningkatan belakangan ini.

Data yang diterima Koran ini dari Pemkot Ambon, pertanggal 4 Juli 2021, sebanyak 200 lebih warga terkonfirmasi positif. Jumlah ini membuat kasus positif di Ibukota Provinsi Maluku ini menjadi 800 lebih.

Namun hingga kini, Pemkot belum bisa memastikan kalau warga yang dinyatakan positif tersebut terpapar Covid-19 atau virus varian baru. Karena masih menunggu hasil laboratorium.

“Saya sudah tanda tangani, tapi nanti 8 Juli baru diterapkan. Dalam keputusan itu, mengatur tentang seluruh mekanisme masyarakat,” ungkap Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, dalam keterangan pers, Senin (5/7).

Politisi Golkat ini berharap, kebijakan yang nantinya diterapkan bisa mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat. Karena apa yang dilakukan untuk kebaikan bersama, baik pemerintah maupun warga. (IAN)

Comment