by

Pemkot Serukan Pesan Damai Lintas Tokoh Agama

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon secara virtual menggelar silahturahmi dan dialog Lintas Tokoh-Tokoh Agama, Selasa (8/12). Dialog ini untuk menyerukan pesan damai di tengah situasi pandemi Covid-19.

Agar semangat dalam membangun kerukunan dan toleransi antar umat beragama tetap terjaga. Baik di Kota Ambon sendiri, Maluku dan Indonesia secara keseluruhan.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan, meskipun giat dimaksud dilakukan secara virtual lantaran wabah Covid-19, namun tidak mengurangi makna.

“Walaupun di tengah kondisi Covid yang sementara terjadi di Ambon maupun seluruh wilayah yang ada di Indonesia, tapi semangat kita untuk terus membangun kerukunan dan toleransi antara umat beragama tidak tidak pernah luntur. Walaupun covid sementara berada ditengah-tengah kita,” tandas Louhenapessy.

Dengan kondisi Ambon yang diterpa pandemi Covid-19, ungkap Richard, Pemerintah Kota Ambon ingin mengajak masyarakatnya untuk tetap bersyukur dengan ujian yang diberikan Tuhan. “Ada tiga hal, yakni ambon yang harmonis, Ambon religius dan Ambon yang sejahtera,” terangnya.

Dijelaskan, harmonisasi sosial adalah kata kunci untuk membangun kota Ambon. Disertai peningkatan kualitas di nilai-nilai spritualitas agama.

“Itu yang menghasilkan 21 tahun yang lalu, Ambon yang berada dalam sebuah kondisi konflik kemanusiaan yang memprihatinkan. Tetapi 20 tahun kemudian Kementerian Agama menetapkan Ambon sebagai kota dengan tingkat kerukunan antar beragama yang terbaik di Indonesia,” sebutnya.

Politisi Golkar ini menilai, masyarakat kota Ambon sangat bersemangat untuk membangun kerukunan dan toleran antara umat beragama, saat Kementerian Agama tetapkan Ambon sebagai tingkat kerukunan antara umat beragama sangat baik di Indonesia.

Dan dalam semangat itu, lanjut dia, kerukunan akan menjadi ķekuatan bersama. Sehingga dengan dialog silaturahmi yang digelar tahun ini, bukan sekedar basa basi demi memenuhi reallissasi target program tahunan.
Melainkan ini bersumber dari sebuah kultur Ambon yang benar-benar mencerminkan kerukunan sebagai kekuatan untuk membangun Kota Ambon.

“Dengan suka cita, kegiatan ini bukan sebagai idensentil. Tetapi secara rutin setiap tahun bahkan beberapa kali dalam setahun dilaksanakan. Dan kita sepakat untuk mengakhiri tahun ini, kita ingin menyampaikan pesan damai oleh para Tokoh Agama dari Ambon untuk Indonesia,”ucapnya.

Walikota dua periode ini berharap, pesan damai yang digelar lewat silaturahmi dan dialog lintas Tokoh-Tokoh Agama ini dapat menciptkan pesan damai.

“Ini akan turut menciptakan Indonesia yang betul kondusif, Indonesia yang betul hidup dalam suasana persatuan dan kesatuan serta dalam suasana persaudaraan yang tinggi,” pungkasnya.

Sementara itu, Mentri Agama RI Fachrul Razi yang juga hadir sebagai narasumber di acara tersebut mengatakan, semua agama mengajarkan hal yang sama tentang kebaikan.

“Bahwa hanya upaya dan doalah yang dapat merubah kehidupan manusia. Saya juga sangat menghargai langkah kerukunan yang dilakukan masyarakat Maluku. Saya bisa katakana, bahwa Maluku saat ini adalah tempat belajar kerukunan bangsa yang paling baik,” cetusnya.

Di Indonesia, papar Fachrul, ada enam agama yang dianut masyarakatnya. Yaitu Islam, Kristen, Hindu, Budha, Katolik serta Khonghucu. Selain agama-agama tersebut, masih ada ratusan agama leluhur lainnya yang punya umat pengikut masingg-masing. Hanya saja, agama dan kepercayaan itu ada yang berbeda, dan ada juga yang sama tetapi terpecah.

Sehingga menurutnya, semua pemeluk agama berhak dan harusnya berpandangan bahwa agama yang dianutnya adalah agama yang paling benar dan baik. Namun sebaliknya, setiap pemeluk agama juga harus menghargai pemeluk agama yang lain.

“Bahwa mereka punya hak yang sama adalah agama yang paling benar dan baik. Agama selalu hadir dalam kemuliaannya memperbaiki ketidak adilan dan ketidak keseimbanngan,” tuturnya.

Sehingga di tengah keagamaan yang luar biasa ini, merupakan bagian dari nikmat Tuhan kepada Indonesia.
“Alhamdulillah Indonesia masih berdiri kokoh, bersatu teguh dan terus maju. Tentu itu tidak mudah, Indonesia bekerja keras untuk menjaga kerukunan dengan berbagai upaya. Pada semua ajaran agama yang selalu mengajar kehidupan adil dan saling menghormati yang berbeda, untuk mewujudkan semua penganut tokoh agama sangat penting,” tuturnya.

Bukan itu saja, Fachrul juga mengaku, saat ini penganut tokoh agama sedang menghadapi tantangan dengan kehadiran pandemi Covid-19. Dan untuk wabah ini, ada dua langkah pencegahan penuluaran sebagai ikhtiar besama. Yakni ikhtiar lahir dan ikhtiar batin. Ikhtiar lahir berupa pembatasan kegiatan masyarakat.

“Hingga PSBB transisi, wabah sudah sedikit berkurang. Karena secara umum kita mulai melakukan kegiatan adapatasi yang sangat penting bagi masyarakat untuk menjalankan kebijakan pemerintah. Dan tokoh agama berperan penting memberikan arahan didasari dengan iman yang memberikan motivasi yang mengarahkan masyarakat turut aktif menjaga kerukunan antar umat agama, serta mendukung pemerinttahh memutus penyebaran Covid,” tutupnya.

Sekedar tahu, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Mentri Agama RI, Fachrul Razi di Jakarta. Orang nomor satu di Kementerian Agama itu juga hadir sebagai narasumber.

Turut hadir sebagai narasumber, Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono, Kapolda Maluku, Irjen Pol Refdi Andri, Sekertaris Umum Persatuan Gereja Indonesia, Jacklevyn Manuputty, Ketua Komisi Konferensi Wali Gereja Indonesia, Tri Harsono, dan Imam Masjid Besar Istiqlal Jakarta, Nazaruddin Umar. Sementara moderator, Dosen IAIN Ambon, Abidin Wakano. (BKA-1)

Comment