by

Pemkot Terima Penghargaan API Award

Pemerintah Kota Ambon menerima penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2020 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kamis 20 Mei 2021, di Ina Bay Hotel Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penghargaan tersebut diserahkan Dirjen Kerjasama Pemberdayaan Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) RI, Daulat P. Silitonga, ke tangan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

“Saya mendapat kesan yang luar biasa dari penyelenggaraan kegiatan ini karena ditengah-tengah kondisi pandemi, pariwisata memberikan harapan baru bagi masa depan Indonesia,” ungkap walikota, lewat rilis MC Ambon, yang diterima koran ini, Jumat, (21/5).

Menurut Richard, pariwisata bukan soal alamnya saja, tetapi soal karakter dan banyak hal. Diantaranya budaya pemerintahan, budaya kulinernya, budaya musik serta budaya-budaya lainnya.
“Ini semua yang bisa kita dorong untuk kita jual. Ini pengalaman yang luar biasa untuk Pemerintah Kota Ambon,” tuturnya.

Yang lebih tertarik lagi, lanjut dia, Labuan Bajo merupakan sebuah kota yang memberikan prospek pengembangan pariwisata Indonesia ke depan. “Labuan Bajo memberikan inspirasi yang luar biasa bagi kita untuk terus mengembangkan kota kita dari sektor pariwisata,” sebutnya.

Tempat yang sama, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Victor Bungtilu Laisodat dalam sambutannya mengatakan, API merupakan kekuatan lembaga yang mampu mengapresiasi destinasi pariwisata di Indonesia.
Seperti halnya di NTT pengembangan pariwisata tidak gampang, karena itu butuh kekuatan untuk mendorongnya. Dan API adalah lembaga yang tepat. “Terima kasih untuk menjadikan Labuan Bajo sebagai tuan rumah penyelenggaraan API ke-5 tahun 2020,” ungkapnya.

Kendati demikian, dirinya tidak menampik bahwa NTT merupakan tempat terindah yang dimiliki oleh Indonesia.
“Saya bisa katakan ini karena hanya satu tempat di Indonesia yang memiliki hewan langka Komodo. Daerah ini sangat eksotik. Sebagai warga Indonesia, saya bangga karena ada begitu banyak keberagaman yang dimiliki, dan ini seharusnya menjadi modal bagi kita untuk membangun daerah masing-masing,” jelasnya dihadapan para kepala daerah yang menghadiri API 2020 tersebut.
Laiskodat menambahkan, momentum API 2020 ini harus dapat mendorong destinasi pariwisata, baik itu terkait akomodasi, transportasi, maupun wisata yang dimiliki. “Kekayaan pariwisata sebenarnya bukan saja tarian atau lagu tetapi melingkupi seluruh asepek kehidupan manusia, budaya, hospitality hingga pertanian. Semuanya menjadi satu kesatuan yang menjadi modal pembangunan. Pariwisata Indonesia harus survive,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (MenparEkraf), Sandiaga Uno dalam sambutannya secara virtual memberikan apresiasi terhadap industri pariwisata Indonesia.

Dikatakan, terdapat 34 juta tenaga kerja dibidang pariwisata dan ekonomi kreatif di seluruh Indonesia yang terdampak pandemi. “Namun kita harus tetap optimis untuk bangkit dan tidak hanya harus survive, tetapi bertahan mengambil peluang dan menjadi pemenang,” harap MenparEkraf, seraya menambahkan, dalam menghadapi tantangan tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong para pelaku parekraf untuk bangkit dan menerapkan strategi inovasi, adaptasi dan kolaborasi.
Tiga pilar strategi tersebut, sambung Sandiaga, diimplementasikan dalam berbagai hal antara lain berinovasi dalam mengembangkan dan mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia sesuai dengan kebutuhan pasar terkini.

“Memanfaatkan teknologi digital dan menerapkan protokol kesehatan CHSE Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) dan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dalam rangka mendukung industry pariwisata Indonesia selama pandemic serta berkolabrasi dengan berbagai macam stakeholder,” tutup Sandiaga.
Selain Walikota, acara penganugerahan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, Kadis Pariwisata, Ridwan Hayat, Kepala Protokuler, Ari Mintik dan sejumlah penyanyi Kota Ambon. (IAN)

Comment