by

Pemkot Tertutup Soal Anggaran Denda Yustisi

Ambon, BKA- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, mengaku, anggaran denda yustisi yang dibayarkan pelanggar protokol kesehatan kepada Pemerintah Kota Ambon lewat Satgas Covid-19, masih tersimpan di kas daerah.

Anehnya, hingga saat ini, anggaran tersebut belum diketahui totalnya.
Anggaran ini mulai diterima Pemerintah Kota pasca penerapan PSBB Transisi tahap III hingga transisi tahap XI. Dimana Satgas Covid-19 terus menerapkan protokol kesehatan (Prokes) lewat Operasi Yustisi yang dilakukan. Dari operasi tersebut, banyak pelanggar yang terjaring dan diharuskan membayar denda sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Total denda yang dibayarkan para pelanggar prokes itu, diakui telah dimasukan ke kas daerah. Untuk nantinya digunakan kembali dalam penanganan Covid-19 jika diperlukan.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menyebutkan, sejauh ini, anggaran yang diperoleh dari denda Yustisi tersebut, belum terpakai sama sekali. Seluruh anggaran itu, diakui masih tersimpan aman di dalam kas daerah.

“Belum dipakai. Semua masih di kas itu ( kas daerah),” ungkap Richard, kepada Berita Kota Ambon, di pelataran Balai Kota, Selasa (15/12).

Disinggung soal total anggaran Yustisi yang diperoleh hingga saat ini, walikota dua periode ini belum bisa menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ambon, Apries B Gaspersz, saat dikonfirmasi juga mengaku tidak mengetahui berapa besar denda Yustisi yang telah diterima Pemerintah Kota Ambon saat ini.

“Sampai sekarang belum ada laporan dari Satgas ke saya. Bahwa berapa besar yang sudah masuk ke kas daerah,” singkatnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Hukum Pemkot Ambon, Sir Jhon Slarmanat, menyebutkan, hingga PSBB transisi tahap VII, anggaran denda Yustisi yang diperoleh dari masyarakat yang melanggar protokol kesehatan telah mencapai Rp 100 juta. Dan anggaran tersebut katanya akan dimasukan ke kas daerah, untuk nantinya digunakan kembali dalam penanganan Covid-19 jika diperlukan. (BKA-1).

Comment