by

Pemkot Tutup Usaha Cuci Mobil

Ambon,BKA- Pemerintah Kota (Pemkot) lewat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), menutup salah satu tempat usaha cuci mobil dan motor di Kelurahan Pandan Kasturi, Kecamatan Sirimau, Rabu (5/5). Penutupan tempat usaha milik Baktiar Pasewa dan Bakri Pasewa ini, karena dianggap merusak fasilitas umum.

Dimana lokasi tempat cuci mobil ini sengaja dibangun berdekatan dengan badan jalan, tepatnya di Jalan Sultan Hasanudin. Yakni ketika kendaraan dicuci, sebagian air mengalir ke jalan dan merusak aspal jalan.
Hal ini kemudian dilaporkan masyarakat, sehingga Satpol PP diperintahkan untuk menutup tempat usaha cuci mobil tersebut.
“Info kita dapat dari masyarakat.

Masyarakat kirim laporan ke Pak Walikota. Sontak Pak Walikota memerintahkan kita (Satpol-PP) turun ke lokasi untuk menutup tempat cuci mobil itu,” kata Kepala Satpol-PP Ambon, Josias Lopiesz kepada Koran ini, Rabu (5/5).

Menurutnya, jika tempat usaha dimaksud masih terus beroperasi, maka akan berdampak pada kerusakan jalan dikawasan itu. “Dengan begitu kan juga bisa mengganggu keindahan lingkungan pada jalan disitu. Tadi langsung kita tertibkan,” terangnya.

Dia menjelaskan, setiba dilokasi, pihaknya dengan pemilik tempat cuci mobil dan motor itu langsung berbondong-bondong membongkar tempat usaha tersebut. Sarana prasarana untuk pencucian dilepas, baik pipa maupun kerang air serta mesin sanyo.

Bukan saja disitu, dia menegaskan, jika ada laporan masyarakat yang masuk ke Pemkot Ambon dengan keluhan yang sama, pastinya pihaknya tidak akan menutup mata. “Jika ada temuan yang sama, pasti kita akan ke lokasi untuk menutup tempat usahanya,” beber Josias.

Sambung dia, pihaknya juga akan terus memantau tempat usaha pencucian mobil di Kota Ambon. Jika ketemu tempat usaha yang dapat merusak lingkungan, maka ditertibkan dengan cara serupa. “Semua ini untuk kebaikan Kota Ambon. Yang pastinya kita juga akan terus pantau,” jelasnya.

Josias juga berharap, masyarakat yang ingin membuka usaha di Ibukota Provinsi Maluku ini, harus melihat lokasi yang strategis. Sehingga tidak dapat merusak fasilitas umum. “Semua ini dari kesadaran masyarakat saja. Semoga ada kesadaran sebelum membuka usaha,” harapnya. (IAN)

Comment