by

Pemkot Upayakan Masuk Zona Kuning

Ambon, BKA- Kendati belum mencapai target untuk keluar dari zona orange menuju zona kuning penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota Ambon mengaku akan tetap berupaya untuk mencapai target itu. Asalkan masyarakat kota Ambon tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes).

“Tingkat penularan sangat variatif. Dan sudah dua bulan lebih kita di zona orange. Tapi khusus di minggu terakhir ini, kita ada di skor 2.15. Kita tinggal beberapa skor lagi 2.25 atau 2.50 itu kita sudah masuk ke zona kuning. Kita tetap upayakan ke situ (zona kuning),” ungkap Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, A. G. Latuheru, kepada wartawan usai melakukan rapat evaluasi bersama Pansus Covid-19 DPRD Kota Ambon, di gedung DPRD Belakang Soya, Rabu (3/2).

Dijelaskan, tugas Satgas Covid-19 Kota Ambon saat ini diminta untuk terus memberikan sosialisasi, edukasi agar tetap mentaati protokol kesehatan. Dan hal tersebut sangat membantu, agar Ambon bisa secepatnya keluar dari zona orange menuju zona kuning maupun hijau.

“Jadi tugas Satgas adalah minta masyarakat berdoa, kemudian taat prokes. Kita yakin zona kuning kita bisa capai dalam waktu tidak lama. Tapi saya tidak bisa bilang bulan ini. Tergantung pergerakan di masyarakat,” terangnya.
Menurut dia, penyelesaian Covid-19 harus dilakukan secara kolaborasi dengan melibatkan 5 elemen yang disebut kolaborasi pentaheliks. Diantaranya pemerintah, media massa, akademisi, pengusaha dan masyarakat.
“Kalau empat elemen sudah berkolaborasi, tapi yang elemen masyarakat masa bodoh, ya sama saja. Karena itu tergantung pergerakan di masyarakat,” sebutnya.

Disinggung soal anggaran yang digunakan untuk penanganan Covid-19 di tahun 2021, Latuheru mengaku, anggaran penanganan Covid masih ditampung pada anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) sebesr Rp.20 miliar.

“Untuk anggaran Covid-19 ini masih kita tampung di BTT untuk 2021, sebesar 20 miliar. Jadi tidak semata-mata diamanfaatkan untuk Covid. Tapi disamping itu ada untuk tenaga kesehatan, jaring pengaman sosial (JPS), juga untuk peningkatan ekonomi disitu,” imbuh Latuheru.

Disebutkan, jika tingkat penularan Covid-19 di Kota Ambon menurun, maka tentu anggaran yang telah ditampung itu, tidak terlalu digunakan. Namun untuk menekan penyebaran Covid-19, kembali berpulang ke masyarakat. Yakni dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti tetap memakai masker, menjaga jarak, mencucui tangan dan menghindari kerumunan.

“Kita harap Covid-19 ini menurun. Intinya ada di prokes yang dijalankan masyarakat. Kalau kemarin ada yang bilan karaoke minta dibuka, itu tunggu sampai zona hijau baru buka. Dan kalau ada kedapatan yang melanggar kita akan tindak, bisa dengan pembekuan izin sementara hingga pencabutan. Maka itu, kita butuh juga kerjasama masyarakat,” tutup Latuheru.

Tempat yang sama, Kabid Fasilitas Kerja Satgas Covid-19 Kota Ambon, Benny Selanno menambahkan, pihaknya juga saat ini masih berlakukan penegakan prokes di masyarakat. Salah satunya terkait opreasi Yustisi.
Dimana dari hasil yang didapat beberapa hari terakhir ini, tingkat pelanggaran di masyarakat sudah mulai berkurang.

“Untuk mendorong penegakkan protokol kesehatan, tetap kita bekerja. Dan pelanggar protokol juga semakin berkurang,”bebernya.

Benny yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Ambon mengaku, hasil tingkat kesembuhan Covid-19 semakin meningkat dan tingkat penularangan berkurang. Sehingga Satgas Covid-19 menargetkan dalam bulan Februari ini, Ambon bisa keluar dari zona orange menuju zona kuning.

“Kita target Februari bulan ini. Artinya itu target Satgas Covid. Pokoknya bulan Februari ini, paling tidak kita bisa di skoring 2.50. Karena tingkat penyembuhan makin tinggi, sedangkan tingkat penularan makin kecil. Maka itu kita optimis di Februari ini,” tutup Benny. (UPE)

Comment