by

Pemkot Upayakan Pencairan Dana Gempa

Ambon, BKA- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, sementara berupaya agar seluruh warga korban gempa Kota Ambon tahun 2019, segera menerima kucuran anggaran perbaikan rumah di bulan ini.


“Sementara kita upayakan sehingga Desember atau sebelum Natal semua korban sudah mendapatkan hak-hak mereka. Ada sekitar 79 kelompok yang mendapatkan itu (dana gempa), termasuk mereka yang sudah bangun secara mandiri itu,” sebut Walikota Ambon Richard Louhenapessy, kepada wartawan, Selasa (1/12).

Dijelaskan, pihaknya telah melakukan pencairan dana gempa kepada para Korban, sesuai data penduduk dan data kelompok yang dilengkapi oleh para korban gempa.
“Kita sudah cairkan dana-dana gempa kepada para korban gempa itu, sesuai dengan data yang masuk kepada kami,” bebernya.

Kata Richard, kendala proses pencairan selama ini, berada pada Pemerintah Provinsi Maluku yakni lewat tim fasilitator yang melakukan verifikasi data korban gempa di lapangan.

“Kita eksekusi kepada rekening milik kelompok-kelompok penerima bantuan dana gempa ini. Kita berikan sesuai dengan tingkat kerusakan dan data yang masuk kepada kita melalui kerja dari tim fasilitator,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Ambon, Demianus Paais, saat ditemui mengaku, untuk pencairan dana korban gempa sudah dilaksanakan pada pekan kemarin. Namun proses pencairan dimaksud, dilakukan kepada para korban gempa yang datanya telah masuk dan sesuai dengan fakta di lapangan.

“Jadi mereka kasih masuk data kita proes cair. Di kota Ambon sendiri sudah berapa banyak, jumlah semua yang berhak menerima itu ada sekitar 1.982. Kalau kemarin ada sekitar 100 KK, tapi saya tidak tahu sampai dengan dua hari ini mereka belum cek. Tapi setiap hari kita ada proses,” ungkapnya.

Dia menilai, target BPBD, sebelum masuk Hari Natal Kritus 25 Desember 2020, para korban sudah diberikan hak-hak atas dana gempa tahun 2019 itu.

“Kejar untuk rumah rusak ringan, dan rusak sedang itu Desember musti sudah selesai. Jadi untuk rusak berat itu memakan waktu yang cukup lama. Karena itu kerjanya cukup lama, itu yang bongkar total. Jadi tergantung dari mereka kelompok yang bekerja, kita tidak tau kapan akan selesai. Tergantung mereka disana yang bekerja. Ada yang cair 50 persen pekerjaan fisik di lapangan sudah 40 persen,” pungkasnya.
(BKA-1)

Comment