by

Pemprov Diminta Seriusi Perbaikan Drainase

Ambon, BKA- DPRD Kota Ambon meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku lewat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk lebih serius mengerjakan proyek drainase pada sejumlah titik di kota Ambon. Pasalnya, hingga kini proyek tersebut belum juga diselesaikan.

Padahal sesuai kontrak, pekerjaan tersebut harus diselesaikan sejak tanggal 30 Maret kemarin. Dan akibat keterlambatan tersebut, terjadi banjir di sejumlah ruas jalan sekitar proyek saat hujan deras.
“Ini kan pekerjaan provinsi buat di kota. Itu kan untuk kepentingan warga kota Ambon. Makanya kita minta agar Pemprov serius melihat ini. Apapun programnya untuk kepentingan banyak orang, tentu kita di DPRD Kota akan support. Apalagi kita terbatas anggaran. Tapi harus betul-betul dinas (PUPR) melihat ini secara profesional dan baik,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono, kepada wartawan di gedung DPRD Belakang Soya, Selasa (6/4).
Politisi Gerindra ini mencontohkan, akibat keterlambatan dari pekerjaan perbaikan drainase tersebut, kota Ambon justru dilanda banjir hingga mencapai betis orang dewasa di beberapa ruas jalan. Seperti jalan A.Y Patty, A.M. Sangadji, Sam Ratulangi dan sekitar. Padahal hujan deras yang terjadi saat itu, tidak terlalu lama.

“Contoh hujan kemarin itu, baru sekitar satu jam saja sudah banjir. Apalagi ini kan mau musim penghujan. Maka itu harus diseriusi untuk dipercepat,” pintanya.

Latupono juga mengingatkan anggota DPRD Provinsi Maluku untuk lebih maksimal dalam fungsi pengawasan terhadap seluruh proyek perbaikan drainase yang hingga saat ini masih dilakukan. Sehingga tidak terjadi persoalan di kemudian hari.

“Kita juga harap DPRD provinsi gunakan tugas dan fungsi pengawasan soal ini. Agar pembangunan betul-betul bermanfaat dan tidak terjadi problem di mana-mana,” harap anggota DPRD tiga periode ini.

Sekedar tahu, tanggal 1 April 2021 pekan lalu, sejumlah ruas jalan sekitar proyek perbaikan drainase mengalami banjir. Ini akibat proyek drainase yang sementara dikerjakan Dinas PUPR Maluku lewat sebagian anggaran pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp.700 miliar, baru mencapai sekitar 80 persen. Padahal seluruh proyek ini harus selesai di tanggal 30 Maret 2021 kemarin.

Alhasil, akibat banjir yang terjadi itu, banyak kendaraan hingga pejalan kaki yang sulit melintasi beberapa ruas jalan tersebut. Bahkan kejadian itu ramai diperbincangkan para warga net di media sosial (medsos), setelah diuplode sejumlah masyarakat yang berada di lokasi kejadian.

Dan banyak warga yang menilai, harusnya perbaikan drainase dikerjakan sesuai target sehingga bisa mengantisipasi terjadinya banjir saat hujan deras. (UPE)

Comment