by

Pemuda Cabul Terancam 8 Tahun Penjara

Ambon, BKA- Yudi alias AYR, pemuda Desa Riang, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, terancam dipidana penjara selama delapan tahun, karena terbukti melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Hal ini diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon pada persidangan yang digelar secara online di Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (5/6).

Didalam amar tuntutan JPU, pemuda yang baru berusia 20 tahun itu terbukti bersalah, melanggar pasal 82 ayat (1) Undang-undang omor 17 Tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 Tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhi hukuman delapana tahun penjara kepada terdakwa dengan penjara selama 8 Tahun, denda Rp.800 juta, subsider 6 bulan kurungan,” ungkap JPU, Elsye Leonupun, dalam amar tuntutan yang dibacakan dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Feliks R. Wuisan Cs. Sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Alfred Tutupary.

JPU dalam pertimbangan memberatkan, perbuatan terdakwa membuat korban malu. Sedangkan yang meringankan, terdakwa berlaku sopan di persidangan dan sudah mengakui perbuatannya.

Perbuatan terdakwa diketahui sesuai berkas dakwaan JPU, berawal pada, 29 November 2019, sekitar pukul 20.00 WIT, di rumah korban.

Sesuai pengakuan ibu korban atau saksi, peristiwa naas yang dialami anaknya itu diketahui saat dia pulang kerja. Saat itu, dia tiba di rumah dan melihat anaknya atau korban sudah menjerit kesakitan di daerah sensitifnya.

Saksi kemudian bertanyak kepada korban, siapa yang telah melakukan aksi tak terpuji tersebut. Dengan spontan, korban langsung menunjuk terdakwa yang sedang berada di dalam rumah.

Kemudian, saksi kembali memanggil terdakwa masuk ke dalam kamar untuk melakukan bertanya. Ternyata benar, terdakwa mengakui sendiri kalau sudah mencabuli korban.

Mendengar penuturan terdakwa, keesokan harinya, saksi langsung mendatangani pihak kepolisian untuk melaporkan perbuatan bejat terdakwa.

Setelah mendengarkan amar tuntutan JPU, hakim menunda sidang hingga pekan depan untuk agenda pledoi dari kuasa hukum terdakwa.(SAD)

Comment