by

Pemuda Masohi Diskusi Tangkal Paham Radikalisme

Ambon, BKA- Guna menciptakan generasi muda yang Pancasilais, sejumlah Pemuda di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Maluku Tengah.

FGD dengan tema, “Menangkal Pengaruh paham Radikalisme Dikalangan Pemuda Kota Masohi Demi Terwujudnya Pemuda Yang Pancasilais” ini telah berlangsung sejak Kamis (4/3) pekan lalu. Yang diisi oleh sejumlah narasumber, diantaranya Ketua MUI Maluku Tengah, Hi. Rajab Sese, Ustadz Hamdan dan Ustadz Sulaiman Pary. Yakni memberikan pemahaman kepada generasi muda, tentang bahaya dari paham radikalisme, intoleran dan anti Pancasila yang dapat berkembang di masyarakat.

Lewat rilisnya kepada koran ini, Minggu (7/3), Ketua MUI Maluku Tengah, Hi. Rajab Sese mengatakan, dalam kegiatan tersebut telah mengajak para pemuda untuk tidak terpengaruh dengan radikalisme.
Menurut dia, radikal itu membentuk sifat kekerasan. Sehingga diharapkan generasi muda dapat menangkalnya dengan selalu menjaga iman, dengan berikhtiar dan berdzikir agar tidak mudah dipengaruhi.
“Kita harus menjaga Persatuan dan Kesatuan di Indonesia, dengan memahami dan menyelamatkan Pancasila. Karena Pancasila merupakan hasil pikir para ulama yang bertujuan untuk menyatukan Indonesia,” tandas Hi. Rajab.

Hal senada juga ditambahkan Ustd Hamdan. Dituturkan, radikal tidak hanya terkait suatu agama atau golongan tertentu. Sehingga pentingnya memberikan pemahaman kepada generasi muda di Kota Masohi, dengan pemahaman agama yang baik dan utuh agar pemahaman radikal dapat dicegah.

Dirinya, juga mengajak generasi muda kota Masohi untuk tidak mudah dan gampang terperangkap dengan pemahaman radikal.
“Jangan mudah percaya dengan ajakan yang menggiring kita ke pemahaman yang menyimpang. Jika tidak paham tentang informasi yang didapat, segera hubungi Tokoh Agama yang tepat atau langsung mengklarifikasi kepada MUI,” pesannya.

Sementara itu, Ustadaz Sulaiman Pary menambahkan, radikalisme terjadi karena keterbatasan ilmu dan informasi yang didapat. Dan jika dibiarkan, akan menjadi masalah yang sewaktu-waktu menjadi ancaman di kota Masohi. Sehingga perlu disikapi dengan bijak.
“Diharapakan, melalui kegiatan diskusi menangkal bahaya radikalisme seperti ini, harus rutin dilaksanakan untuk dapat terciptanya situasi kota Masohi yang damai,” harapnya.

Diakhir diskusi, para pemuda yang hadir menyatakan sikap untuk siap membantu dan mendukung pemerintah menolak paham radikal di Kota Masohi, untuk keutuhan NKRI. (UPE)

Comment