by

Pemuda Seram Selatan Demo PLN

Ambon, BKA- Sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Masyarakat Seram Selatan menyeruduk Kantor PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara (M2U), di kawasan Tugu Trikora, Kota Ambon, Senin(26/4).

Mereka geram dengan kinerja PLN di kawasan Seram Selatan, yang sering membuat masyarakat tidak nyaman dalam menjalankan ibadah puasa. Terutama saat ini sahur maupun berbuka.

Sering masyarakat Muslim Seram Selatan harus melaksanakan sahur maupun buka puasa tanpa penerangan yang memadai, karena terjadi pemadaman listrik yang dilakukan PLN tanpa menentu sejak awal Ramadhan 1442 Hijriyah hingga sekarang.

Bahkan terungkap pada aksi demo itu, pemadaman listrik sudah sering terjadi di kawasan Seram Selatan sejak delapan bulan lalu.

Untuk itu, para pendemo itu ingin bertemu dengan General manager PT PLN UIW M2U, untuk meminta kepastian terkait kondisi kelistrikan di Seram Selatan.

Salah satu orator dalam aksi itu, A. Tehuayo, mengungkapkan, pemadaman listrik di Seram Selatan bisa terjadi dua hingga tiga kali dalam sehari. Itu terjadi selama Ramadhan ini.

“Awal puasa sampai tiga kali dalam sehari mati. KITA mau bikin usaha jadi susah. Mahasiswa di kampung yang mau kuliah online, jadi sulit. Ini PLN rencana bikin susah kah,” kata A Tehuayo salah satu orasi.

Lantaran kesal dengan janji tanpa realisasi, para pendemo lantas membuat surat pernyataan bermaterai Rp 10.000, yang isinya, PLN bertanggungjawab menyelesaikan masalah listrik di Seram Selatan.

Surat pernyataan itu dibuat sebagai suatu konsekuensi, agar janji itu bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

Surat pernyataan itu diserahkan langsung kepada kepada GM PLN UIW M2U, saat menemui pendemo.
Sayang keinginan untuk membuat suatu penrnyataan tertulis pihak pendemo, tidak dapat dipenuhi pihak PLN.

Walau demikian, PLN UIW M2U menyatakan, akan tetap menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan warga Seram. (RHM)

Comment