by

Pemuda Titawai Dihukum 10 Bulan Penjara

Ambon, BKA- Majelis hakim menghukum Maikel Maryon Latumahina alias Maikel dalam kasus penganiayaan terhadap tetangganya dengan pidana penjara selama 10 bulan penjara.

Majelis hakim menghukumnya karena telah menganiaya Yapi tetangganya di Negeri Titawaai, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah.

Majelis hakim menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam dakwaan melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Maikel Maryon Latumahina alias Maikel dengan pidana penjara selama 10 bulan, dikurangi dengan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa, dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” kata ketua majelis hakim Jenny Tulak Cs, dalam sidang di PN Ambon, Kamis (26/11).

Putusan hakim terhadapnya itu lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Chatarina Lesbata menuntut terdakwa 1,6 tahun penjara.

Dalam dakwaannya, kasus penganiayaan yang terjadi pada 14 Juni 2020 sekitar pukul 02.00 WIT di depan rumah Kres, berawal saat korban pulang dari rumah duka. Di tengah perjalanan, korban bertemu terdakwa bersama temannya. Tiba-tiba korban mendengar perkataan kasar atau makian.

Mendengar ucapan itu, korban kembali turun dan bertanya kepada terdakwa terkait makian tersebut ditujukan kepada siapa. Korban lalu mendorong terdakwa.

Saat itu terdakwa tidak membalas. Usai mendorong terdakwa, korban kemudian pulang bersama saksi Ardi. Mereka bertemu beberapa teman dan duduk bersama.
Tak lama berselang, terdakwa datang bersama ibunya. Saat itu korban sempat mendengar ibu terdakwa menasehatinya sambil menangis.Terdakwa kemudian berlari ke arah korban dan memotongnya. Saat membacok korban, senjata tajam jenis parang itu mengenai pagar. Korban kemudian mengambil bambu menghadang terdakwa. Sayang, terdakwa berhasil merebut bambu dari korban.

Korban sempat berlari dan terjatuh karena kesandung batu. Terdakwa kemudian mendekat dan membacok korban satu kali mengenai pipi kiri korban. Beruntung, saksi Ardi berhasil melerai. Sehingga korban mengalami luka potong di pipi sebelah kiri. (SAD)

Comment