by

Penambang Ilegal Diminta Kosongkan Gunung Botak

beritakotaambon.com – Seluruh penambang emas ilegal diminta untuk mengosongkan areal Gunung Botak, Desa Persiapan Wamsait, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru.

Ketegasan itu disampaikan Kasat Intel Polres Pulau Buru, Iptu Sirilus Atajalim, saat melakukan sosialisasi kepada para penambang tanpa izin (PETI), yang kembali marak beraktivitas di Gunung Botak, Rabu (20/10).

Sebelum 1 Nopember 2021, kata Iptu Sirilus, lokasi tambang Gunung Botak sudah harus dikosongkan, karena semua kegiatan akan dibersihkan dengan melakukan penyisiran secara besar-besaran di lokasi itu.

Baca juga: Identitas Pemilik Ratusan Karung Karbon dan CN Diketahui

“Setelah itu, akan dibangun pos-pos penjagaan. Dimana pada pos tersebut terdapat beberapa unsur, TNI dan Polri maupun unsur adat, yang turut melakukan pengawasan,” terangnya, .

Untuk itu, tegasnya, semua penambang ilegal yang bekerja di Gunung Botak, baik yang melakukan dompeng maupun rendaman, dihimbau untuk segera turun dan mengosongkan areal tambang emas Ilegal tersebut.

Hal itu penting untuk dilakukan, sebab aktivitas perendaman maupun dompeng fatal berdampak pada pencemaran lingkungan.

Apalagi, katanya, bila semua kegiatan penambangan ilegal itu menggunakan mercury dan cyanida, yang merupakan bahan kimia yang berbahaya.

Baca juga: Pemdes Savana Jaya Terima Bantuan Satu Unit Mobil

“Penambangan ilegal pasti merusak ekologi didalam lingkungan, anak cucu kedepan akan terancam akibat ulah penambang yang seenaknya lakukan kegiatan,” tandas Iptu Sirilus.

Sosialisasi itu turut dihadiri para tokoh adat, masyarakat penambang dan lembaga /pswadaya masyarakat (LSM) yang ada di Kabupaten Buru.(MSR)

Baca juga: Ramly Umasugi Terima Penghargaan dari Jokowi

Comment