by

Penasehat Hukum Izaac Thenu Nilai Dakwaan Kabur

Ambon, BKA- Adolf Saleky keberatan dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku terhadap kliennya, Izaac Balthazar Thenu, terkait kasus dugaan korupsi dalam penjualan dan pembelian (reverse repo) surat-surat hutang/obligasi pada Kantor Pusat PT Bank Pembangunan Daerah Maluku Tahun 2011 sampai dengan 2014.

Menurut Saleky, kejaksaan tidak punya kewenangan dalam mengusut kasus tersebut. Seharusnya, hal itu harus dilakukan oleh penyidik Kepolisian. Karena kasus ini awalnya, Direktur Utama AAA Sekuritas selaku perusahaan yang melakukan transaksi reverse repo obligasi Bank Maluku, Andre Rukminto, telah divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 18 tahun pada pengadilan Jakarta. Dan kasus tersebut saat itu masuk dalam ranah pidana umum, bukan korupsi.

“Direktur utama PT. AAA Sekuritas yakni Andre Rukminto telah divonis bersalah, dan dijatuhi hukuman penjara selama 18 tahun. Dan kasus ini disidangkan di Pengadilan Jakarta dengan perkaranya adalah tindak pidana umum. Lalu mengapa klien kami yang diduga ikut serta pada kasus yang sama, namun disidangkan dalam perkara korupsi. Ini yang aneh,” urai Saleky, didampingi rekannya, Wendy Poulhaupessy.

Dengan alasan itu, dia bersama rekannya tidak menerima seluruh isi dakwaan JPU terhadap kliennya. Sehingga akan mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa tersebut.

“Kami tidak mau saja, kalau kasus ini disidangkan dalam ranah pidana khusus. Karena harusnya masuk ranah pidana umum, seperti terpidana sebelumnya,” jelasnya.

Saleky melanjutkan, sebagai kuasa hukum, mereka baru saja menerima surat dakwaan JPU dari terdakwa. Untuk itu, mereka memohon kepada majelis hakim agar menunda sidang hingga pekan depan, untuk menyampaikan eksepsi.

“Karena kita juga baru terima dakwaan dari terdakwa, jadi kita akan ajukan eksepsi minggu depan yang mulia,” jelas Saleky, dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Pasti Tarigan Cs, Jumat (26/2).

Ditanyakan soal hal-hal apa saja yang akan diajukan dalam materi eksepsi, Saleky belum mau membuka lebih jauh. Ia mengaku, semua akan dibuka pada saat persidangan nanti.

“Nanti di persidangan saja baru kita buka semua. Ini kan materi eksepsi kita, jadi belum bisa kita sampaikan di publik lebih dulu, sebelum sidang digelar,” pungkasnya.

Sebelumnya, JPU Achmad Attamimi dalam membacakan dakwaan menyatakan, perbuatan Idris Rolobessy selaku pelaksana Direktur Umum PT Bank Pembangunan Daerah Maluku bersama Izaac B Thenu dalam penjualan dan pembelian (reverse repo) surat-surat hutang/obligasi Bank Maluku kepada PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securitas, mengakibatkan timbulnya kerugian negara.

Jaksa mengungkapkan, berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara atas perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus penjualan dan pembelian (reverse repo) surat-surat hutang/obligasi pada Kantor Pusat PT Bank Pembangunan Daerah Maluku Tahun 2011 sampai dengan 2014 Nomor: SR-373/PW25/5/2020 tanggal 14 Desember 2020, sebesar Rp 238.500.703.330. Dengan rincian, jumlah saldo outstanding efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) per 31 Desember 2014 sebesar Rp 256.081.982.322 dan jumlah cicilan pembayaran dari PT AAA Sekuritas kepada PT BPDM atas saldo efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) sampai dengan tanggal 31 Desember sebesar Rp 17.581.278.992.

“Akibat perbuatan terdakwa, telah menguntungkan saksi Theodorus Andri Rukminto selaku Direktur utama PT. Andalan Artha Advisindo Securitas sebesar Rp 238.500.703.330,” ungkap Attamimi.

Atas perbuatan keduanya, jaksa menjerat keduanya dengan pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1, 2, 3 Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan pemberantasan tindak korupsi, jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana, jo pasal 64 ayat 1 KUHPidana.(SAD).

Comment