by

Penataan Kelembagaan Jadi Prioritas IAKN

Ambon, BKA- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon masih terus memfokuskan diri pada penataan kelembagaan. Hal itu sesuai program kerja yang telah termuat dalam Rencana Strategis (Resntra) perguruan tinggi tersebut.

Wakil Rektor (WR) Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Ambon, Yance Z. Rumahuru, mengungkapkan, setelah bertransformasi dari Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Ambon menjadi IAKN Ambon pada 2018 lalu, kampus tersebut berupaya mengimplementasikan berbagai program kerja yang termuat dalam Renstra.

Salah satu yang menjadi prioritas IAKN, katanya, yakni melakukan penataan kelembagaan, selama kurung waktu 2019 hingga 2023.

Penataan kelembagaan tersebut diharapkan tetap menempatkan IAKN Ambon pada tatanan pemantapan kelembagaan dan manajemen, serta memiliki program dan layanan akademik yang bermutu, yang didukung oleh aset dan fasilitas yang memadai, serta tetap sejalan dengan visi institut yang menjangkau jauh ke depan.

“Renstra 2019 sampai dengan 2023 selain mengembangkan aktivitas utama, yakni, penerimaan mahasiswa baru, registrasi, pengisian KRS, proses perkuliahan, kehadiran mahasiswa, pengisian nilai akhir, pendataan mahasiswa, pengajuan proposal penelitian, pegajuan ujian akhir, pengajuan wisuda, informasi keuangan, akademik dan kemahasiswaan. Penataan kelembagaan juga menjadi salah satu prioritas kita untuk beberapa tahun kedepan. Karena memang mau tidak mau, kita kedepan akan berupaya untuk menjadi universitas. Sehingga penting untuk menata kelembagaan,” ujar mantan Direktur Pasca Sarjana IAKN ini.

Menurutnya, sasaran utama dari pentaan kelembagaan kampus tersebut, yakni, terakreditasinya semua program studi secara bertahap hingga peringkat A, dan terselenggaranya program studi sebagaimana digariskan dalam body of Knowledge (kerangka ilmu), serta terbentuknya pusat-pusat kajian dan pengembangan, pusat-pusat studi, pusat-pusat layanan, dan laboratorium.

Untuk akreditasi program studi di IAKN Ambon sampai dengan akhir tahun 2018, katanya, memang belum memenuhi harapan secara maksimal. Sehingga harus terus dilakukan penataan kelembagaan, guna menjawab tuntutan renstra 2019 hingga 2023, yakni, semua perogram studi terakreditas B, bahkan A.

“Tercatat program studi yang mendapatkan predikat akreditasi A sejumlah 1 program studi, terakreditasi B sejumlah 5 program studi, terakreditasi C sejumlah 1 program studi, serta 2 program studi baru. Di lain sisi, target di bidang kelembagaan akademik secara umum telah tercapai, dan bahkan di beberapa sisi melampaui target yang diinginkan. Diantaranya, akreditasi Jurusan Pendidikan Agama Kristen (PAK) bertahan A, dan akreditasi institut B. Sehingga dipercayakan Kementerian Agama (Kemenag) untuk menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan. Dengan kita fokus pada penataan kelembagaan beberapa tahun kedepan ini, kita terus berharap, IAKN terus menunjukan kualitasnya ditengah-tengah masyarakat luas,” pungkasnya. (LAM)

Comment