by

Pencabul Ponakan Divonis 7 Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, akhirnya memvonis BD, dengan pidana penjara selama 7 tahun dalam sidang yang berlangsung, Senin (5/7).

Pria 54 tahun, warga Stain, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ini dinyatakan terbukti bersalah sebagaimana di atur dalam pasal 82 ayat 1 undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur. Menyatakan terdakwa agar di pidana penjara selama 7 tahun di potong masa tahanan,” ujar ketua majelis hakim, dalam sidang yang dihadiri kuasa hukum terdakwa, Herberth Dadiara,serta penuntut umum dari Kejari Ambon.

Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.60 juta subsider 6 bulan kurungan.
Yang meringankan, selama persidangan, terdakwa berlaku sopan di persidangan, terdakwa pun sudah berdamai dengan keluarga korban.
Sementara pertimbangan yang memberatkan, perbuatan terdakwa membuat korban malu dan dilarang Undang-undang.

Terhadap putusan tersebut, diketahui lebih rendah daripada tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut agar terdakwa dipenjara selama 10 tahun.
Diketahui, perbuatan keji terdakwa dilakukan pada Sabtu (20/02/2021), sekitar pukul jam 10.00 WIT.
Dia mencabuli korban sebanyak sekali, dengan modus melakukan lulur ke seluruh tubuh.

Setelah melakukan aksinya, terdakwa mengancam korban agar tidak memberitahu keluarga korban.
Namun, korban memberanikan diri untuk menceritakan kejadian tersebut kepada neneknya usai pulang sekolah, 22 Februari 2021.
Nenek korban kemudian memberitahukan hal tersebut kepada ibu korban dan melaporkan ke kantor polisi.(SAD).

Comment