by

Pencairan Dana Gempa 2019 Belum Terealisasi

Ambon, BKA- Untuk pencairan dana gempa tahap II kepada para korban di Kota Ambon, belum dapat terealisasikan dalam waktu dekat. Sebab, ada data yang harus diverifikasi kembali oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon sendiri, sudah memverifikasikan data penerima dana gempa tahap ke II. Bahkan sudah ditandatangani Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Namun harus dikembalikan lagi ke desa/negeri dan kelurahan untuk diverifikasi.

“Kami mengirimkan data kembali ke desa, negeri, kelurahan. Ternyata khususnya Desa Passo dan Waiheru itu dinyatakan masih ada 227 yang belum terdata dan 91 KK. Jadi mereka membuat permohonan surat ke pak Wali. Sehingga harus diverifikasi kembali,” ungkap Sekertaris BPBD Ambon, Eva Tuhumury, kepada wartawan, Kamis (6/4).

Dia mengaku, data dimaksud, saat ini sedang dilakukan verifikasi dari tim yang telah dibentuk atau diangkat secara langsung oleh Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Diharapkan tim itu bisa menyelesaikan tugas dengan baik.

“Pak Walikota sudah bentuk tim untuk melaksanakan verifikasi. Namun sampai dengan saat ini laporannya belum disampaikan oleh tim. Nanti, tim sementara berupaya agar kita mendapatkan data yang valid kan,” jelasnya.

Menurutnya, permintaan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Doni Monardo, bekerja harus profesional. Yang mana data harus diperoleh di lapangan dengan kejujuran. Tidak boleh bekerja sesuka hati, yang bisa merusak citra pemerintah.

“Oleh karena itu, tim secara detail melakukan verifikasi terkait data yang kurang, yang disampaikan oleh pemerintah Desa Passo dan Desa Waiheru. Ada juga Batu Merah yang teman-teman turun, karena ada surat menyatakan bahwa keberatan terhadap hasil verifikasi yang dilakukan. Sehingga tim tidak turun tetapi mericek kembali laporan yang disampaikan adalah benar, bahwa data kerusakan itu ringan sedang dan berat sesuai dengan data real di lapangan,” terang Eva.

Untuk Desa Batumerah, sambungnya, sekitar 2 kepala keluarga (KK) yang dilakukan pemeriksaan kembali. Sedangkan Waiheru 91 KK dan Passo 227 KK.
“Masih kami menunggu hasil tim verifikasi, baru kita laksanakan kembali sesuai dengan perbaikan SK itu. langsung kita selesai lebaran ini, rencana kita mengirimkan data itu, ” tutupnya. (IAN)

Comment