by

Pencarian Turis Hilang Dihentikan

Ambon, BKA- Tim Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) dan stakeholder lainnya menghentikan pencarian Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika Serikat, Carlos Merie, yang hilang saat menyelam di perairan Teluk Ambon pada 7 Agustus pekan lalu.

Pencarian yang sudah dilakukan selama 7 hari itu, akhirnya dihentikan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Namun jika tim tersebut kembali menemukan tanda-tanda keberadaan, maka pencarian akan kembali dilanjutkan selama 3 hari.

Penutupan pencarian itu disampaikan langsung oleh Walikota Ambon, Richard Louhanapessy, didampingi Basarnas dan beberapa stakeholder yang melakukan pencarian, di desa Amahusu, Kamis (13/8).

Menurut Louhenapessy, selama tujuh hari pencarian korban, tim Basarnas dan sejumlah komponen yang terlibat, sudah secara signifikan berupaya menyelam dalam lautan untuk mencari WNA dimaksud. Akan tetapi, tidak ada tanda-tanda yang bisa menunjukkan keberadaan korban.

“Para penyelam-penyelam profesional yang tergabung dalam perana penyelam yang selama ini, bekerja baik secara profesional maupun privat. Semua telah bekerja sangat maksimal. Dari pagi sampai sore ini (kemarin) dengan menggunakan protap. Nah ternyata kurang lebih seminggu, sesuai prosedur yang ditetapkan, kita juga belum menemukan hasil. Oleh karena itu, sesuai dengan protap, maka pada hari ke tujuh, secara resmi, seluruh upaya penyelamatan itu, dihentikan, ditutup,” ungkap walikota dua periode ini.

Senada disampaikan Kepala Kantor Basarnas Kota Ambon, Djunaidi. Diakuinya, sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia, nomor 29 tahun 2014, bahwa pencarian korban harus ditutup jika sudah berjalan selama tujuh hari.

“Karena tidak ada tanda-tanda kita tutup. Kemudian kita lanjutkan lagi, tiga hari kedepan, kalau ada tanda-tanda yang ditemukan oleh warga, atau keluarga korban. Atau tim SAR yang melakukan pencarian, ” jelasnya.

Dia menuturkan, selama pencarian korban, ada 21 anggota yang melakukan penyelaman ke dasar laut maupun permukaan. Puluhan anggota penyelaman ini diantaranya dari pihak TNI-AL, Pol-Air, Basarnas, dan Grup Diving Maluku.

“Hari ini, satu titik pencarian di wilayah ambang pintu teluk sampai 30 meter, kita anggap yah. Kemudian satu titik di wilayah LKK lagi, kita menyelam seperti itu. Sesuai dengan informasi-informasi yang kita dapat dari potensi penyelaman kemarin, ” tandas Djunaidi.

Dari sejumlah titik pencarian korban itu, sebagian-sebagian meter di bagi untuk dilakukan pencarian oleh 21 anggota penyelaman tersebut.

Menurut perkiraan, lanjut Djunaidi, jika korban memang tenggelam, maka dalam waktu tiga atau empat hari maka jenazah korban pasti akan naik ke permukaan.

“Itupun sesuai dengan tubuh korban. Kalau tubuhnya kecil, kemungkinan agak lambat. Tapi kalau tubuhnya besar itu akan paling cepat timbul ke permukaan,” papar dia.

Sekedar tahu, Carlos Merie dinyatakan hilang pada 7 Agustus 2020 sekira pukul 09.00 WIT. Saat itu, korban meminta izin dari salah satu rekannya untuk menyelam di perairan Teluk Ambon, yakni sekitar pantai Desa Amahusu, kecamatan Nusaniwe.

Namun turis tersebut tidak kembali kepermukaan. Sehingga dinyatakan hilang dan telah dilakukan pencarian di sekitar laut tersebut selama 7 hari kemarin. (BKA-1)

Comment