by

Pencemar Nama Baik Diancam 8 Tahun Penjara

Ambon, BKA- Jaksa penuntut umum Kejati Maluku,S.E Pentury menuntut Desi, terdakwa yang dijerat dalam kasus pencemaran nama baik perempuan Maluku melalui akun Facebook, dengan pidana penjara selama 8 bulan kurungan penjara, dalam sidang di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (27/4).
Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

JPU menyatakan, perbuatan terdakwa melanggar pasal 45 ayat 1 Jo Pasal 27 ayat 3 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
“Meminta kepada majelis hakim agar memvonis terdakwa Desi dengan pidana penjara selama 8 bulan dan denda Rp 1 miliar,” kata penuntut umum, dalam sidang yang di pimpin ketua majelis hakim, Hamzah Kailul cs, sementara terdakwa tidak didampingi kuasa hukum.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi fakta di persidangan, terungkap,tindak pidana ini terjadi sebelum terdakwa mengunggah status di laman facebook dengan isi postingan yang menyebutkan nama korban DD, pada 28 Mei 2020 lalu.

Sebelum menyebutkan nama korban, terdakwa lebih dahulu melakukan dua kali revisi atas unggahannya.
Korban yang tidak berteman dengan terdakwa di media sosial itu, mengetahui status tersebut dari kakak kandung korban sekitar pukul 21.00 WIT.

Korban tersinggung dan kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian Daerah Maluku pada 29 Mei 2020.
Kedua pihak sempat melakukan mediasi. Namun tak menemukan titik temu, hingga akhirnya korban melanjutkan perkara ke laporan pidana.(SAD)

Comment