by

Pendataan Penerima BST Harus Lebih Teliti.

Ambon, BKA- Pemerintah Desa (Pemdes) Jamilu, Kecamatan Namlea, meminta
Dinas Sosial untuk lebih teliti lagi soal pendataan untuk penerima BST.

Data yang tidak akurat akan mengakibatkan bantuan yang disalurkan salah sasaran, bahkan ada yang menerima bantuan ganda. Disisi lain, ada warga yang seharusnya diprioritaskan mendapat bantuan, justru tidak mendapatkannya. Masalah-masalah seperti ini yang sering di temukan di setiap pedesaan.

Untuk itu, Penjabat Kepala Desa (Kades) Jamilu, Bakri Ismail, mengatakan, mengenai pendataan terkait bantuan dari pemerintah pusat, mestinya berkordinasi dengan pemerintah desa.


“Itu kemarin saya pernah ribut di Dinas Sosial itu terkait dengan masalah data. Karena jujur saja, kadang-kadang orangnya satu, namanya dua. Kok bisa ada. Makanya soal pendataan ini harus berkordinasi dulu dengan pemerintah desa, karena pemerintah desa yang lebih paham warganya,” kata Bakri Ismail, kepada BeritaKota Ambon, Sabtu (27/2).

Seperti yang diketahui, akibat dari tidak adanya kordinasi dengan pemerintahan Desa Jamilu, terjadi kesalahan pendataan mengenai penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di Desa Jamilu.

Berdasarkan hasil yang diperoleh Dinas Sosial, jumlah data penerima BST di Desa Jamilu sebanyak 43 KK.


Namun pada saat penerimaan BST, diketahui oleh Pemerintah Desa Jamilu, bahwa ada beberapa orang yang bukan berasal dari Desa Jamilu, tetapi waktu pembagiannya beralamat di Desa Jamilu.

“Kalau kami, penerima BST kemarin ada 43 irang, ini hasil pendataan dari Dinas Sosial. Ada beberapa nama yang kemudian bukan orang Jamilu, dia tidak ada di jamilu. Hanya waktu pembagiannya alamatnya Jamilu,” ungkapnya.

Olehnya itu, berbagai kesalahan seperti ini harus diperbaiki, agar bantuan yang disalurkan itu menjadi tepat sasaran ke warga yang berhak menerimanya.

Dalam kesempatannya, ia pernah memberi penegasan kepada Dinas Sosial Kabupaten Buru, mengenai pendataan yang tidak valid.

“Itu yang kamarin sediki bermasalah data dari dinas sosial itu, alamatnya Desa Jamili tapi orangnya bukan orang Jamilu. Nanti saya kroschek ulang datanya, mudah-mudahan bulan ini BST akan turun di desa,” ujarnya

Olehnya itu Pemdes Jamilu berharap, kedepan, Dinas Sosial bisa lebih fokus lagi dan mengawal pendataan mengenai bantuan BST. Termasuk membangun kerja sama dengan pemerintah desa terkait validasi KPM di Desa Jamilu.

“Tidak parnah mereka dari Dinas Sosial itu setiap bantuan datang kordinasi dengan saya. Nanti barang itu su kaluar baru mereka bilang itu atas usulan pemerintah Desa,” Pungkasnya (MG-1).

Comment