by

Pendidikan Jadi Sorotan Anak Muda SBT

Ambon, BKA- Soroti persoalan pendidikan serta lingkungan di Kabuapten Seram Bagian Timur (SBT), sejumlah anak muda yang tergabung dalam Komunitas Gumumae Photo Club dan Kalesan Pantai di Kota Bula, menggelar kegiatan Bacarita Anak Muda, bertema “Pendidikan dan Lingkungan Tanggungjawab Siapa”.

Kegiatan yang dibarengi dengan pemeran foto tentang kondisi pendidikan dan lingkungan di bumi bertajuk Ita Wotu Nusa itu, berlangsung di tempat wisata Pantai Roleks, Kota Bula, Selasa (26/1).

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi itu, Najamuddin Arey, yang fokus membahas tentang manajemen pendidikan. Najamuddin merupakan salah seorang Akademisi lulusan S1 pada UIN, Alauddin Makassar dan S2 di Unpatti Ambon.

Hadir pula, pemateri dari unsur pemerintah daerah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga (Dikbudpora) SBT, Sidak Rumalowak. Sementara pesertanya dari siswa dan mahasiswa setempat.

Plt Dikbudpora SBT Sidik Rumalowak menyarankan, agar semua siswa dan mahasiswa belajar dengan semangat. “Belajar itu tidak hanya di dalam ruang kelas. Namun, di mana tempat dan kapan saja,” ucap Rumalowak.

Disebutkan, siswa dan mahasiswa yang menghadiri kegiatan itu, senantiasa harus belajar memahami ilmu tentang alam. “Belajar tentang laut, darat, udara. Karena semua itu adalah ilmu tentang alam,” ucap Rumalowak.

Terkait tema yang diangkat, Dia mengaku, soal pendidikan adalah tanggungjawab bersama. Karena negara tidak mampu mengurus pendidikan, sehingga dibantu oleh Kementerian Pendidikan.

“Tidak mampu lagi, maka dibutuhkan pembantu di Provinsi dan Kabupaten. Dan pendidikan ini bagi saya, menjadi tanggungjawab semua elemen masyarakat,” terangnya.

Mantan Ketua KPUD SBT ini menambahkan, saat ini tidak lagi bicara teori pendidikan. Tapi bagaimana caranya turun tangan dan menyelesaikan persoalan tentang pendidikan di bumi Ita Wotu Nusa.

“Saat ini kami lagi fokus di beberapa titik. Sekarang di Kecamatan Kilmury. Dan setelah itu, kami akan terjun ke kecamatan lain,” katanya.

Diakhir pembahasan, dirinya meminta pengawalan dari komunitas Gumumae Pfoto Club dan Kalesan Pantai, untuk sama-sama menjaga dan menanta pendidikan di SBT. “Kalau ada temuan kondisi pendidikan, segara didiskusikan dengan kami dinas terkait,” tutupnya.

Anggota Komunitas Gumumae Pfoto Club, Hamdan Nabal menjelaskan, kegiatan yang dilakukan untuk mengembalikan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan lingkungan.

“Kami berharap, semua elemen masyarakat untuk bisa meleraikan lingkungan dan pendidikan di Bumi Ita Wotu Nusa. (SOF).

Comment