by

Pendidikan Vokasi Tak Bisa Dilakukan Dengan Daring

Ambon, BKA- Plt. Direktur Politeknik Kelauatan dan Perikanan Maluku, Ahmad Jais Ely, mengungkapkan, proses akademik pada perguruan tinggi vokasi, tidak bisa hanya dilakukan secara Daring.

Seperti yang dilakukan di Politeknik Kelautan dan Perikanan Maluku. Di masa pandemi Covid-19 saat ini, para mahasiswa juga diperkuat dengan kegiatan praktek, termasuk pembinaan fisik, mental dan disiplin (Pismendis).

“Jadi kami menerapkan pembelajaran campuran atau kombinasi antara belajar Daring dari Luring,” ujar Jais Ely, kepada wartawan, Senin(9/11)

Menurut Jais, kombinasi pembelajaran atau blended learning penting dilakukan, mengingat sistem pembelajaran pada pendidikan vokasi didominasi oleh pembelajaran praktek dibanding teori.

“Prakteknya 70 persen, sementara teori 30 persen. Nah, kegiatan praktek ini tidak bisa dilakukan melalui sistem pembelajaran Daring. Sehingga harus ada kebijakan yang melibatkan siswa secara langsung, untuk mengikuti pembelajaran praktek,” tutur Jais.

Mengingat kondisi pandemi Covid-19 saat ini, lanjutnya, maka proses belajar tatap muka, khusus kegiatan praktek, dilakukan menggunakan standar protokol kesehatan. Misalnya, membatasi jumlah mahasiswa praktikum.

“Jadi tidak semua mahasiswa atau taruna dipanggil. Pihak kampus memberlakukan roling praktek per program studi dalam satu pekan berjalan. Ada tiga prodi di kampus ini, yaitu, Prodi Budidaya, Prodi Pengolahan Hasil Laut dan Prodi Perikanan Tangkap. Nah, pekan ini mahasiswa pada Prodi Budidaya yang kita panggil untuk diasramakan selama sepekan. Pada minggu berikut, giliran prodi lain. Begitu seterusnya,” kata Jais.

Selama sepekan diasrama, para mahasiswa diberikan pembinaan fisik, mental dan disiplin. “Mereka akan dilatih oleh instruktur TNI. Kemudian dibina karakternya oleh teman-teman dosen. Setelah itu, pada Hari Minggu, mereka dikembalikan ke rumah,” terangnya.

Jais menambahkan, kebijakan yang dilakukan itu sudah melalui kesepakatan bersama antara pihak kampus dengan orangtua. “Sehingga orangtua yang mengantar anaknya untuk diasramakan, serta membuat surat pernyataan untuk siswa tinggal bersama kami diasrama selama sepekan. Setelah itu, orangtua juga yang datang menjemput kepulangan mahasiswa,” pungkasnya. (RHM)

Comment