by

Penerapan Gurling SD Teologi Kristen Suli Berjalan Lancar

Ambon, BKA- Sejak diterapkan pada 31 Agustus lalu, kebijakan Guru Keliling (Gurling) yang diterapkan di SD Teologi Kristen Suli, berjalan lancar hingga saat ini.

Pola Gurling, ungkap Kepala SD Kristen Teologi Suli, Sintdje Ratila, dilakukan untuk menjawab kebutuhan belajar siswa ditengah pandemi Covid-19 ini. Karena rata-rata anak didiknya tidak memiliki fasilitas belajar Daring, sehingga mereka sulit untuk mengikuti proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara Daring.

“Sampai saat ini, kita masih melakukan belajar secara Gurling saja. Karena memang kita tidak bisa belajar Daring. Kita masih tetap pada pembagian kelompok di titik yang sudah ditentukan. Ada di Passo, Suli atas, Suli bawah. Puji Tuhan, sampai saat ini mereka masih belajar dengan baik. Lewat Gurling ini, anak-anak masih mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan protokol kesehatan,” ujar Ratila, Jumat (25/9).

Dalam situasi seperti ini, pihaknya tidak bisa menerapkan pola pembelajaran yang membutuhkan biaya atau lainnya. Sebab sebagai pimpinan sekolah, dia sangat mengetahui latar belakang anak didiknya, yang rata-rata berasal dari keluarga tidak mampu. Bahkan ada yang tidak memiliki orangtua.

“Sekolah ini kan sebenarnya lebih dikhususkan bagi anak-anak yang tidak mampu, yang putus sekolah, atau yang tidak ada orangtua. Kita menerima siapa saja dengan bermacam-macam kekurangan. Dan itu sudah kita lakukans ejak lama. Apalagi dengan kondisi sekarang ini, tidak mungkin kita membebani mereka dengan belajar Daring. Jadi, menurut saya, pola belajar yang sesuai bagi mereka adalah Gurling. Tinggal bagaimana kita menjaga supaya tetap bebas dari penyebaran virus,” ungkapnya.

Sebelum melakukan Gurling, kata Ratila, pihak sekolah sudah lebih dulu melakukan pertemuan dengan orangtua, untuk meminta persetujuan. Pasalnya, meskipun pandemi, namun anak-anak tetap memiliki semangat untuk belajar. Sehingga atas dukungan orangtua, pola gurling dilakukan dan masih berjalan sampai sekarang ini

“Anak-anak sangat bersemangat untuk belajar. Jadi setelah orangtua setuju untuk kita lakukan Gurling, maka kita langsung melakukan pengadaan masker, tempat cuci tangan dan kebutuhan lainnya. Puji Tuhan, sejak 31 Agustus kita mulai, masih jalan lancar. Semoga Gurling ini tetap berjalan lancar, sampai dengan kondisi ini membaik,” harap Ratila (LAM)

 

Comment