by

Penerima BLT di Samalagi Sebanyak 83 KPM

Pemerintah Desa (Pemdes) Samalagi, Kecamatan Waplau, menetapkan sebanyak 83 Kepala Keluarga yang akan menjadi penerima BLT tahun 2021.

Jumlah tersebut di putuskan melalui hasil musyawarah penetapan atau musdes, pada Februari lalu.

Penjabat Kepala Desa (Kades) Samalagi, Hamzah Malawat, Musdes tersebut dihadiri oleh ketua BPD beserta anggotanya, staf pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh stakeholder yang ada di Desa Samalagi.

“Jadi, jumlah ini sudah ditetapkan secara bersama melalui musyawarah desa. Disitu ada Ketua BPD, kami dari staf desa, kemudian ada tokoh masyarakat, dan ada juga beberapa masyarakat,” kata Hamzah, kepada BeritaKota Ambon, Senin (3/5).

Pada musdes tersebut dipaparkan beberapa hal yang berbeda dari penyaluran BLT tahun sebelumnya. Misalnya, tahapan pencairan BLT serta jumlah penerima BLT.

Jumlah penerima BLT di tahun 2021 sebanyak 83 KPM, dengan besaran nominal Rp 300.000 per KPM, terhitung dari Januari hingga Desember 2021.

“Kalau tahun ini kan per orang itu mendapat Rp 300 ribu. Itu berlaku selama setahun. Beda dengan tahun kemarin, hanya 9 bulan. Jadi tahun ini anggaran untuk BLT itu besar,” ungkapnya.

Menurutnya, para KPM yang telah ditetapkan sebagai penerima BLT Dana Desa sudah memenuhi kriteria, seperti, keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili di desa bersangkutan, serta bukan penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Pra Kerja, Bantuan Sosial Tunai, dan bantuan sosial lainnya dari pemerintah.

Untuk itu, Sesuai dengan keterangan dari Kemenkeu, Kepala Desa tidak dapat menyalurkan BLT Dana Desa apabila tidak mendapat calon penerima BLT DD yang memenuhi kriteria tersebut.

“Ya, memang itu wajib untuk anggarkan BLT. Kalau tidak ada, bisa-bisa berbahaya atau tidak dicairkan anggaran yang dipotong untuk BLT,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah desa wajib menganggarkan dan melaksanakan kegiatan BLT DD, serta wajib melaporkan realisasi BLT DD.

Dia berharap, proses pembagian nantinya dapat berjalan lancar. “Disini kan sangat sensitif kalau masalah bantuan. Karena memang untuk menentukan KPM BLT Dana Desa harus benar–benar tepat sasaran, agar nantinya tidak menimbulkan gesekan pada masyarakat. Dengan adanya Musdesus itu, kami berharap kedepan, hasil dari pembagian bantuan itu tepat sasaran,” Pungkasnya (MG-1).

Comment