by

Penerimaan Pajak Papua Maluku Diatas Rata-Rata Nasional

Ambon, BKA- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Papua dan Maluku, menyampaikan Kinerja Pajak Tahun 2020 dan launching program Podcast Pajak dengan nama Papeda300-Podcast Pajak, yang dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi, Tax Center dan media, Rabu (16/12).

Launching program Podcast Pajak tersebut dilakukan sebagai upaya DJP Papua dan Maluku, dalam rangka keterbukaan informasi mengenai kinerja penerimaan pajak maupun memperluas kanal edukasi dan publikasi perpajakan.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Papua, Papua Barat, dan Maluku tahun 2020, mengemban target penerimaan pajak sebesar Rp 10,66 triliun. Sedangkan target Nasional adalah sebesar Rp1.198,82 triliun.

Berdasarkan data kinerja penerimaan pajak yang terdiri dari PPh, PPN dan PPnBM, PBB (P3L), dan Bea Meterai sampai dengan 15 Desember 2020, berhasil mencapai realisasi sebesar Rp 9,12 triliun atau sekitar 85,54 persen dari target.

Jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan tahun 2019 pada masa yang sama, yaitu, sebesar Rp 10,02 triliun. Maka penerimaan pajak tahun 2020 mengalami pertumbuhan sebesar -9,02 persen.

Meskipun demikian, capaian tersebut melampaui penerimaan rata-rata nasional, yang membukukan persentase pertumbuhan -26,58 persen. Sehingga menempatkan Kanwil DJP Papua, Papua Barat, dan Maluku di posisi ke-16 dari 34 Kanwil DJP yang ada di seluruh Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah DJP Papua dan Maluku, Dr. Arridel Mindra S.PI, M.Si, menyampaikan, terimakasih atas kontribusi Wajib Pajak di wilayah Provinsi Papua, Papua Barat dan Maluku, yang sudah melakukan pembayaran pajak.

Dia berharap, agar para Wajib Pajak dapat memenuhi kewajiban perpajakannya sampai akhir tahun 2020, secara tepat waktu.

Secara rinci, realisasi penerimaan pajak dari masing-masing Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama yang berada di lingkungan Kanwil DJP Papua, Papua Barat, dan Maluku, sebagai berikut: KPP Pratama Timika Rp 3.058,69 Milyar (98,53 persen), KPP Pratama Merauke Rp 491,44 Milyar (79,33 persen), KPP Pratama Biak Rp388,53 Milyar (77,48 persen), KPP Pratama Jayapura Rp1.945,59 Milyar (76,79 persen), KPP Pratama Sorong Rp1.078,09 Milyar (86,58 persen), KPP Pratama Manokwari Rp 995,40 Milyar (85,44 persen), dan KPP Pratama Ambon Rp 1.166,79 Milyar (77,89 persen).

Jika dilihat dari sektor usaha, capaian kinerja penerimaan pajak Kanwil DJP Papua, Papua Barat, dan Maluku di tahun 2020 ditunjang oleh 5 sektor usaha dominan yakni Konstruksi (26,49 persen), Pertambangan dan Penggalian (24,91 persen), Administarsi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib (14,52 persen), Jasa Keuangan dan Asuransi (8,16 persen), dan Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (7,49 persen) dengan total kontribusi sebesar 81,57 persen.

Dalam hal rasio Kepatuhan Penyampaian SPT Tahunan PPh WP Badan dan Orang Pribadi Tahun Pajak 2020, realisasi sampai dengan 15 Desember 2020 sebesar 311.534 SPT, dari target sebesar 295.217 SPT.

Dengan demikian, capaian rasio Kepatuhan Penyampaian SPT Tahunan PPh yaitu realisasi dibandingkan dengan target adalah sebesar 105,53 persen.

Capaian ini menempati posisi ke-2 dari 34 Kanwil DJP yang ada di seluruh Indonesia. Semua KPP Pratama yang berada di lingkungan Kanwil DJP Papua, Papua Barat, dan Maluku, telah mencapai target rasio Kepatuhan Penyampaian SPT Tahunan PPh diatas 100%, kecuali KPP Pratama Ambon.

Kanwil DJP Papua, Papua Barat, dan Maluku tetap berkomitmen untuk meningkatkan kinerjanya sampai dengan akhir tahun 2020, terutama dengan mengoptimalkan pemanfaatan data dan informasi, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, dan mengawasi sektor usaha tertentu yang penerimaan pajaknya dominan. (KJH)

Comment