by

Pengacara Minta Ringankan Hukuman Dua Pencuri

Dua terdakwa pencuri dengan kekerasan yakni Jefri Gerson Bastian alias Epot (34), warga Karang Panjang Molen, Kecamatan Sirimau dan Gusty Anggy Maulany alias Anggy (33) warga Silale, Kecamatan Nusaniwe, meminta kepada majelis hakim agar meringankan hukumannya.

Pasalnya, ancaman hukuman yang disampaikan jaksa penuntut umum dianggap terlalu berat.
Hal ini diungkapkan pengacara kedua terdakwa, Dominggus Huliselan kepada koran ini, Selasa, (18/5).

Menurutnya, semua fakta persidangan sudah diketahui majelis hakim, sehingga melalui agenda pledoi nanti, dirinya akan meminta agar majelis hakim meringankan kedua hukuman kedua terdakwa.
“Pada saat agenda pledoi nanti, saya minta agar kedua hukuman klien saya di ringankan,” tandasnya.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut kedua terdakwa agar di pidana penjara selama 5 tahun dalam persidangan, Kamis (6/5).

JPU Chaterina Lesbata mengatakan, perbuatan kedua terdakwa terancam melanggar pasal 365 ayat 2 ke-1 dan ke-2 KUHP pidana junto pasal 53 ayat 1 KUHP pidana.
“Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa perkara ini, supaya dapat memvonis terdakwa agar dipenjara selama 5 tahun. Serta barang bukti diperintahkan agar dikembalikan kepada pihak yang berhak,” ujar Chaterina dalam amar tuntutan yang dibacakan dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Lucky R. Kalalo cs,sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya Dominggus Huliselan.

JPU membeberkan, kedua terdakwa melakukan aksinya Selasa 11 Agustus 2020 bertempat di Jalan trotoar tikungan Kantor PLN Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Saat itu keduanya melakukan pencurian berupa satu tas yang berisikan uang sebesar Rp. 5 juta milik korban Agustina Aleta Vokames disertai dengan kekerasan atau ancaman kekerasan.

Awalnya korban bersama temannya Vinska, baru saja pulang dari tempat kerja dan berjalan kaki. Pada saat mereka hendak naik ojek di depan PLN, ada sepeda motor dengan nomor pool d 4 9 14 LN warna putih yang dikendarai kedua terdakwa datang menarik tas korban sekaligus mengancam kedua korban.

Saat itu terdakwa Jefri yang duduk di belakang langsung menarik tas milik korban secara paksa dari tangan korban, sehingga terjadi tarik-menarik antara terdakwa Jefri dan korban.

Selanjutnya, saksi memegang rak baju dari terdakwa Gusti namun terdakwa melarikan diri dan kemudian terdakwa Gusti membelokkan sepeda motor terdakwa dan kembali ke tempat terdakwa Jefri terjatuh dan langsung menyuruh terdakwa Jefri untuk naik dan melarikan diri.

“Akibat perbuatan para terdakwa korban mengalami luka pada pelipis dan juga sakit pada bagian dada karena terbentur di trotoar jalan,” beber JPU. (SAD)

Comment