by

Penganiaya Maut Diancam 6 Tahun Penjara

Ambon, BKA- Fendri Teurupun alias Fendi, warga Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, terancam pidana penjara selama 6 tahun dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (4/2).

Pria 19 tahun ini diancam bersalah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon, Chaterina Lesbata, melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap orang lain yang menyebabkan meninggalnya korban.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini supaya menjatuhi hukuman penjara kepada terdakwa, dengan pidana penjara selama 6 tahun, sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat (3) KUHP,” ungkap JPU, dalam amar tuntutan yang dibacakan dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Feliks R. Wuisan cs. Sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Dominggus Huliselan.

Yang meringankan, terdakwa belum pernah di hukum, terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya. Sedangkan yang memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan korban meninggal dunia.

Penuntut umum dalam berkas tuntutannya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi, 8 Agustus 2020 lalu, sekitar pukul 13.00 WIT, tepatnya di dalam kamar kos milik pacar terdakwa di kawasan Desa Rumah Diga, Kecamatan Teluk Ambon.

Awalnya, korban pergi ke kamar milik saksi Joice Natalia Laimeheriwa alias Joice, karena saksi merupakan keluarga korban.

Saat korban mengetuk pintu kamar kos, terdakwa sedang makan bersama saksi. Korban yang tidak mengetahui maksud keberadaan terdakwa di dalam kamar saksi, langsung menegur terdakwa.

“Dari situ, korban tanya kepada terdakwa, ada hubungan apa sampai ada di kamar saksi. Terdakwa menjawab, kalau dia adalah pacar saksi,” jelas penuntut umum dalam berkas perkara tersebut.

Selanjutnya, korban bersama temannya memukul terdakwa sebanyak satu kali. Karena panik, terdakwa mengambil sebilah pisau di dalam kamar, kemudian menikam rusuk korban.

Setelah menikam korban, terdakwa lalu melarikan diri. Sedangkan korban, dibawa ke RS Bhayangkara Polda Maluku Tantui, untuk dilakukan pengobatan. Sayangnya selang satu minggu kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia.(SAD).

Comment