by

Penganiaya Maut Dusun Translok Dibawa Ke Jaksa

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari SBB menyatakan berkas perkara kasus pembunuhan yang terjadi di Dusun Translok, Desa Eti, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten SBB, sudah lengkap atau P21.

Untuk itu, tim penyidik Satreskrim Polres SBB melakukan penyerahan berkas perkara dan tersangka atau tahap II ke Kejari SBB.

Kasat Reskrim Polres SBB, AKP Pieter F. Matahelumual, mengatakan, berkas perkara ini dilimpahkan bersama tersangka ke penuntut umum.

“Pada Jumat 5 Februari 202, penyidik melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) kasus penikaman yang mengakibatkan matinya orang atas nama Steward Leleury dan kasus kekerasan bersama dengan korban Yames, di Dusun Translok, Desa Eti,” ungkap Matahelumual, akhir pekan kemarin.

Perwira yang punya tiga balok emas di pundak itu, mengaku, dalam berkas perkara ini, menyeret tiga tersangka. Mereka adalah Vionaldo Tuanubun als Vio (27) yang merupakan pemuda Desa Lumoli, Kecamatan Seram Barat. Marfin Pattipeilohi alias Apin (26), Warga Dusun Translok. Serta Brian Pattipeilohy alias Brian (26), pemuda Dusun Translok.

“Sementara barang bukti yang disita, satu baju kaos yang digunakan oleh korban saat terjadi peristiwa penikaman (dalam keadaan sobek dan penuh dengan noda darah), satu unit sepeda motor merek Honda yang dalam keadaan rusak dan terbakar, satu bilah parang dan satu batu,” jelasnya.

Mantan Kapolsek Nusaniwe Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease ini menambahkan, para tersangka kini diancaman dengan pasal 338 atau pasal 170 ayat (2) ke 3, atau pasal 351 ayat 3, jo pasal 56 ayat (1) dan ayat (2) KUHAPidana.

Sebelumnya diberitakan, kasus penganiyaan dan kekerasan di Dusun Translok dan Desa Lumoli berawal ketika, tersangka VT yang dalam kondisi mabuk setelah menenggak minuman keras mengendari sepeda motor melewati Dusun Translok menuju Desa Lumoli. Namun saat dalam perjalanan, tersangka VT ditegur oleh beberapa pemuda Dusun Translok, lantaran knalpot sepeda motor yang bising.

Teguran dari pemuda Dusun Translok, membuat tersangka VT yang sudah dalam kondisi mabuk, tidak terima. Akhirnya dia terlibat cekcok mulut dengan pemuda Dusun translok.

Tidak puas bercekcok mulut, tersangka VT yang mulai naik pitam, kembali kerumahnya di Desa Lumoli. Dia kemudian kembali ke Dusun Translok dengan sebilah pisau. Kedatangan tersangka VT disambut dua pemuda Dusun Translok berinisial JP dan ASL.

Perkelahian pun terjadi antara tersangka VT dengan JP dan ASL. Dalam perkelahian tersebut, tersangka VT yang saat itu menggenggam sebilah pisau, langsung menikam tubuh korban ASL hingga terjatuh dan bersimbah darah.

Melihat korban ASL yang terjatuh dan bersimbah darah, tersangka VT langsung melarikan diri kembali ke rumahnya di Desa Lumoli.

Selang beberapa waktu ada warga Desa Lumoli mendatanggi ke Dusun Translok dengan membawa senjata tajam. Saat itu juga dicegat oleh warga Translok, agar kembali ke Lumoli. Namun hal itu tidak digubris.

Kehadiran beberapa warga Desa Lumoli di dusun Translok, membuat salah seorang warga dusun Translok berinisial VP, naik pitam karena mengetahui kalau kematian ASL akibat perbuatan pemuda Desa lumoli.

Dia langsung mengambil sebilah parang di rumahnya. VP langsung menebaskan parang yang dipegangnya ke salah seroang warga Desa Lumoli berinisial YS.

Korban YS yang diparangi VP, langsung terjatuh dan akhirnya meninggal dunia.

Akibat dari perbuatan tersebut, dua nyawa, yakni, korban berinisial YL dari Desa lumoli dan ASL dari Dusun Translok meninggal. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka VT dikenakan pasal 338 dan atau 351 ayat 3 KUHP pasal 2 ayat 1 UU Nomor 12 tahun 1951 ancaman hukuman 12 tahun penjara. Sedangkan MP dan BP di sangkakan dengan pasal 170 KUHP. (SAD).

Comment