by

Penganiaya Maut Lima Tahun Bui

Ambon, BKA- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon akhirnya memvonis Fendri Teurupun alias Fendi, dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya orang, dengan pidana penjara selama lima tahun dalam persidangan yang berlangsung secara virtual, Selasa (9/2).

Didalam amar putusan majelis hakim, pemuda warga Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon ini dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penganiyaan berat dan terbukti melanggar pasal 351 ayat (3) KUHP.

“Menyatakan, terdakwa Fendri Teurupun alias Fendi bersalah melakukan perbuatan pidana sebagaimana dalam amar tuntutan dan dakwaan JPU. serta memvonis terdakwa supaya dipenjara selama lima tahun, dipotong masa tahanan selama terdakwa berada di tahanan,” ungkap ketua majelis hakim, Feliks R. Wuisan cs,dalam sidang yang disaksikan langsung, kuasa hukumnya, Dominggus Huliselan, sedangkan JPU Chaterina Lesbata.

Sebelumnya terdakwa dituntut oleh JPU dengan pidana penjara selama enam tahun dalam sidang yang berlangsung,Kamis (4/2).
Pria 19 tahun ini diancam bersalah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon, Chaterina Lesbata, melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap orang lain yang menyebabkan meninggalnya korban.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini supaya menjatuhi hukuman penjara kepada terdakwa dengan pidana penjara selama enam tahun, sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat (3) KUHP,” ungkap JPU dalam amar tuntutan yang dibacakan dalam yang dipimpin ketua majelis hakim, Feliks R. Wuisan cs, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Dominggus Huliselan.

Yang meringankan, terdakwa belum pernah di hukum, terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya. Sedangkan yang memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan korban meninggal dunia.

Penuntut umum dalam berkas tuntutannya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi, Sabtu 8 Agustus 2020, sekitar pukul 13.00 WIT, tepatnya di dalam kamar kos milik pacar terdakwa di kawasan rumah tiga, Kecamatan Teluk Ambon.

Awalnya, korban Markus Laimeheriwa yang tinggal di Desa Passo ini, pergi ke kamar milik saksi Joice Natalia Laimeheriwa alias Joice, karena saksi merupakan keluarga korban . Saat korban mengetuk pintu kamar kos, terdakwa sedang makan bersama saksi. Korban yang tidak mengetahui maksud apa terdakwa ada di dalam kamar saksi. “Dari situ, korban tanya kepada terdakwa, ada hubungan apa sampai ada di kamar saksi, terdakwa menjawab kalau dia adalah pacar saksi,” jelas penuntut umum dalam berkas perkara tersebut.

Selanjutnya, tanpa bicara banyak, korban bersama temannya memukul terdakwa sebanyak satu kali. Karena panik, terdakwa mengambil sebilah pisau di dalam kamar kemudian menikam rusuk korban.

Setelah menikam korban, terdakwa lalu melarikan diri, sedangkan korban, dibawa ke RS Bhayangkara Polda Maluku Tantui, untuk dilakukan pengobatan. Sayangnya selang satu minggu kemudian korban dinyatakan meninggal dunia.(SAD)

Comment