by

Pengedar Narkoba Asal Surabaya 8 Tahun Bui

Ambon, BKA- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon, memvonis Kevin Ariellia Wijaya alias Kevin (19) dan Muhamad Alfian Akbar alias Alvian (20), dengan pidana penjara selama delapan (8) tahun dalam persidangan yang berlangsung di PN Ambon, Selasa (16/2).

Dua warga Surabaya, Jawa Timur yang terlibat dalam kasus pengedar sabu-sabu ini,selain mendapat hukuman badan, keduanya pun dikenakan denda sebesar Rp. 1 miliar, subsider tiga bulan kurungan.
Vonis majelis hakim ini dibacakan langsung, Yanti Watimury selaku hakim ketua, didampingi dua hakim anggota lainnya, dihadiri langsung Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fitria Tuahuns dan kuasa hukum terdakwa, Herberth S. Dadiara dan Peny Tupan.

Di dalam amar putusan majelis hakim, kedua terdakwa dinyatakan bersalah pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Menyatakan terdakwa bersalah sebagaimana disebutkan diatas. Dan menjatuhi hukuman penjara kepada terdakwa selama 8 tahun, di potong masa tahanan selama terdakwa berada di tahanan,” tandas ketua majelis hakim.

Untuk diketahui, putusan majelis hakim terhadap dua Bandar narkoba lebih ringan daripada tuntutan JPU yang menyatakan agar terdakwa dipenjara selama 10 tahun.
JPU menyebut, kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika, melanggar pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Penuntut umum dalam berkas dakwannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan kedua terdakwa yang merupakan pengedar narkoba antar Provinsi ini,terjadi pada 29 September 2020, tepatnya di atas Kapal Dorolonda dek VI saat berlabuh di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.
Awalnya, rekan terdakwa Risky (DPO), mengatakan kepada terdakwa Kevin ingin membawa narkoba ke Ambon atau tidak!. Kevin lalu mengiayakan tawaran Risky.
Kemudian terdakwa Kevin mengajak terdakwa Alvian untuk sama-sama membawa narkoba ke Ambon menumpangi kapal Dorolonda. Saat itu kedua terdakwa tidak tahu persis, kalau aksi mereka sudah diketahui anggota kepolisian dari Sat Resnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease. Dan waktu itu, salah satu petugas menyamar menjadi penjual minyak Kayu Putih di atas kapal.

Selanjutnya, pada saat kapal tersebut sandar di Pelabuhan Yos Sudarso, petugas kemudian menggerebek kedua terdakwa.
Barang bukti yang disita petugas sebanyak dua paket sabu-sabu yang disisi dalam dua plastik ukuran besar.
Pada saat melakukan interogasi, terdakwa mengaku mendapat narkoba dari rekannnya Risky yang berstatus DPO.(SAD)

Comment