by

Pengedar Sabu Minta Keringanan Hukuman

Ambon, BKA- Meski tidak didampingi kuasa hukum, pengedar sabu, Ferdinandus alias Nando meminta kepada majelis hakim di Pengadilan Negeri Ambon agar meringankan hukumannya.

Pasalnya, tuntutan pidana yang dibacakan Jaksa penuntut umum terhadap dirinya dianggap terlalu tinggi. Padahal dalam persidangan ini, dirinya sudah berlaku sopan di persidangan serta mengakui semua perbuatannya.

“Saya kan sudah mengakui semua perbuatan saya. Jadi saya mohon keringanan hukuman yang mulia,”ujar terdakwa usai mendengar tuntutan jaksa penuntut umum, dalam sidang di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis pekan kemarin.

Dia mengaku, terhadap kasus narkoba yang menimpanya itu, dirinya menghadap persidangan tidak didampingi kuasa hukum.
“Karena saya tidak pakai pengacara, jadi langsung saja. Saya minta keringanan majelis,” tandasnya.

Kasus ini, Jaksa penuntut umum Kejati Maluku Ela Ubleeuw , menuntut Ferdinandus alias Nando dengan pidana penjara selama 8 tahun, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ambon,Kamis (25/3).

Sidang tuntutan tersebut dipimpin ketua majelis hakim Orpa Cs, sedangkan terdakwa tidak didampingi kuasa hukumnya.

Selian pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.1 miliar subsider enam bulan kurungan.
“Meminta kepada majelis hakim agar memvonis terdakwa Ferdinandus dengan pidana penjara selama 8 tahun dipotong masa tahanan,” ujar JPU dalam amar tuntutannya.

Yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika, sedangkan yang meringankan terdakwa berlaku sopan dipersidangan dan belum pernah di hukum.
“Terdakwa juga dinyatakan bersalah melanggar pasal 114 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” jelas JPU.

Sesuai dakwaan JPU menyebutkan, perbutan pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada 21 November 2020, awalnya petugas Ditresnarkoba Polda Maluku mendapat informasi dari informan bahwa terdakwa sedang menguasai narkoba jelas sabu.

Dari informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan untuk menangkap terdakwa. Saat petugas mendengar informasi kalau terdakwa sedang berada di jalan depan Gereja Bethel Mardika, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Tidak menunggu lama, petugas langsung menangkap terdakwa. Di tangan terdakwa, petugas menemukan barang bukti sabu sebanyak dua paket kecil dengan berat 0.18 gram.

Petugas selanjutnya membawa terdakwa ke kantor Ditresnarkoba kawasan mangga dua Kecamatan Nusaniwe untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.(SAD)

Comment