by

Pengetahuan Akademik Anak Tidak Bisa Diharapkan

Ambon, BKA- Kepala SD Yakobus, Paternus Refwalu, mengatakan, selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih dilakukan, pengetahuan akademik anak tidak bisa diharapkan. Karena mereka tidak belajar efektif, baik yang dilakukan secara Daring maupun Luring.

Sehingga dia mengaku prihatin dengan perkembangan anak-anak didiknya. Namun tidak bisa berbuat apa-apa, karena terkait kebijakan proses belajar tatap muka berada pada kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, yang disesuaikan dengan perkembangan Covid-19

“Sehingga meskipun mereka sudah jenuh, kita tetap lakukan belajar Daring dan Luring di semester genap sejak 2 pekan lalu. Jadi sekalipun jenuh, tetap belajar Daring. Kita tidak mungkin mengambil langkah diluar keputusan pemerintah. Karena dari pihak yayasan juga menunggu keputusan pemkot soal belajar tatap muka. Dengan demikian, soal kualitas akademik anak, kita tidak bisa harapkan, kalau PJJ masih tetap dilakukan,” ucap Refwalu, Senin (18/1).

Menurutnya, yang bisa diharapkan dari PJJ ini hanya soal ketrampilan anak. Dengan demikian, pihaknya terus mendorong siswa untuk meningkatkan ketrampilan lewat kemampuan yang dimiliki, agar dapat menyeimbangkan berbagai kekurangan yang terjadi karena dampak Covid-19.

Disamping itu, dia terus memberikan semangat bagi siswa untuk belajar di rumah lewat buku cetak maupun Lembar Kerja Siswa (LKS), yang sudah dibagikan sejak semester ganjil tahun 2020 lalu.

“Memang agak susah mendidik dan membina anak-anak lewat Daring maupun Luring. Tapi Puji Tuhan, dari pihak yayasan terus bersama-sama dengan sekolah memberikan semangat kepada anak-anak, agar tetap belajar di rumah. Jadi sekalipun ada kendala, tapi mereka masih belajar. Namun tidak bisa paksakan, apalagi menuntut harus tuntas secara akademik lewat buku-buku yang sudah dibagikan. Yang diutamakan adalah mereka punya keterampilan-keterampilan.
Apapun ketrampilan, silahkan dikembangkan di rumah. Agar meskipun pengetahuan tidak tuntas, bakat mereka bisa ditingkatkan,” pungkas Refwalu. (LAM)

Comment