by

Penguatan Zona Integritas Menuju WBK WBBM

Ambon, BKA- Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI kembali melaksanakan kegiatan Penguatan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Kegiatan ini direlay langsung dari Rama Sita Hotel Grand Inna Bali Beach, yang dilakukan secara virtual dengan menggabungkan tiga Kanwil. Yakni Kanwil Kemenkuham Bali, Kanwil Kemenkumham Maluku dan Kanwil Kemenkumham Maluku Utara, Jumat (18/09).

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk capaian kinerja Kemenkumham, guna mewujudkan satuan kerja (Satker) menuju WBK dan WBBM. Yang didalamnya terdapat enam area perubahan, salah satu implementasinya adalah pelayanan prima kepada masyarakat dan juga bagi birokrasi yang bebas dari unsur KKN.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkumham RI, Bambang Rantam Sariwanto dalam sambutannya mengatakan, pembangunan ZI memiliki dua komponen yakni komponen pengungkit dan komponen hasil. Yang menjadi komponen pengungkit adalah enam area perubahan yang memiliki bobot 60 persen, sedangkan komponen hasil adalah survei yang memiliki bobot 40 persen.

Menurut dia, dari enam komponen pengungkit dalam pembangunan ZI menjadi dasar perubahan. Yaitu perubahan integritas, perubahan kinerja dan perubahan pelayanan publik.

“Apabila ketiga hal tersebut telah dilaksanakan dengan baik, maka komponen hasil yang dilakukan melalui mekanise survei, apapun itu pasti hasilnya akan baik,” tandas Bambang Rantam, lewat rilisnya kepada koran ini, Minggu (20/9).

Ia menegaskan, pembangunan ZI bukan sekedar komitmen semata tetapi harus mempunyai strategi dan memiliki seni didalamnya. “Jika semua sudah terlatih dan terbiasa tetapi harus ada seni manajerial yang baik, yakni bagaiana cara seseorang untuk menggerakan orang lain guna mencapai tujuan bersama. Apabila semua pimpinan mempunyai seni tersebut, maka suatu organisasi akan bergerak dengan baik. Jangan hanya berbicara terkait akuntabilitas kinerja, integritas, loyalitas namun jika tidak memiliki seni manajerial maka semua tidak akan dapat terwujud,” tegasnya.

Selain itu, Dia berharap agar seluruh jajaran Kanwil Kemenkumham Maluku, Bali dan Maluku Utara, tetap mengobarkan semangat dalam mencapai predikat WBK/WBBM yang telah menjadi harapan bersama. (LAM)

Comment