by

Pengurusan BSU Terkendala Data Guru

Ambon, BKA- Kepala SMA Kristen Passo, Adriana Tatipata, mengungkapkan, proses pengurusan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi guru honorer pada sekolah yang dipimpinnya, terkendala data pada Dapodik sekolah.

Akibatnya, proses pengurusan BSU dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) itu dipending sendiri, sambil menunggu perbaikan data oleh operator sekolah.

“Kita punya guru honorer disini, kemarin cek oprator. Tapi data-data tidak lengkap. Sehingga belum mendapatkan BSU. Kita sudah konfirmasi ke dinas, tapi tidak tahu info tentang bantua ini. Katanya, pusat yang mengurus semua, sehinga daerah tidak tahu. Justru ada sekolah yang belum tahu, kalau ada BSU. Karena memang informasinya lewat pemberitaan di media,” ungkap Tatipata, Rabu (2/12).

Tidak hanya bermasalah pada Dapodik, lanjut Tatipata, guru honornya ini juga mengalami kendala, karena belum memiliki SK dari pihak yayasan. Karena itu, pihaknya sementara upayakan untuk selesaikan data pada dapodik sekolah, sambil berkoordinasi dengan yayasan untuk penerbitan SK.

“Karena sekolah swasta ini harus minta SK dari yayasan. Bukan dari sekolah. Jadi kita tengah berusaha, supaya mereka punya data di Dapodik selesai dulu, baru kita lakukan permintaan penerbitan SK dari yayasan buat mereka. Itu salah satu persyaratan, jadi harus diselesaikan. Sebab kalau data tidak lengkap, maka nama tidak bisa keluar untuk dapatkan BSU. Jadi kita ada sementara proses,” terangnya.

Menurutnya, berbagai upaya akan dia lakukan untuk membantu guru honorer. Pasalnya mereka telah mengabdi tanpa menuntut lebih selama bertahun-tahun. Justru tetap semangat mendidik. Bahkan secara usia, ada juga yang sebenarnya sudah pensiun tapi masih mengabdi.

“Disini ada 5 guru honor yang akan diproses datanya. Tapi kita belum tahu, apakah pakai batas umur atau tidak. Intinya, kita proses saja dulu untuk terdaftar di Dapodik sekolah. Mudah-mudahan semua proses berjalan lancar,” harap Tatipata. (LAM)

Comment