by

Penilaian Kenaikan Kelas Sulit Secara Luring

Ambon, BKA- Jelang akhir tahun ajaran 2020/2021, semua Satuan Pendidikan (SP) mulai mempersiapkan berbagai hal, guna memberikan penilaian kepada siswa.

Dengan proses pembelajaran yang sampai saat ini masih dilakukan secara Daring dan Luring, tentu pihak sekolah harus mencari format penilaian yang sesuai dengan situasi dan kondisi pandemi Covid-19.

Bahwa meskipun proses pembelajaran tidak berjalan maksimal, namun proses penilaian harus diupayakan dilakukan secara objektif. Sehingga mau tidak mau, sekolah harus mengambil kebijakan untuk menyelamatkan kualitas siswa. Seperti yang dilakukan pada SD Negeri Negeri Lama Passo.

Kepala SDN Negeri Lama Passo, Sarlota Wacanno, mengaku, sulit melakukan penilaian berdasarkan pembelajaran Luring. Pasalnya, dari segi pengetahuan, belum tentu siswa memahami semua materi pelajaran yang diberikan guru, selama Belajar Dari Rumah (BDR).

“Untuk itu, saat ini, kita lagi fokus untuk bagaimana mendapatkan nilai yang optimal. Bahwa sesuai Peraturan Menteri (Pemen) sudah ada ketentuan yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi. Namun kan ada penilaian yang harus diperhatikan, yaitu, pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Nah, dari mana kita mau nilai secara obejektif, tentu dari kebijakan kita SP. Tidak bisa tentukan kalau tidak ada kebijakan sekolah. Masalahnya, mau ambil nilai dari mana. Mau lewat luring kan kita lihat pendekatan orangtua dengan anak pada saat belajar, belum tentu anak itu menjawab. Jadi kita sementara upayakan untuk dapatkan nilai maksimal. Karena try out juga dilarang, jadi bagaimana kita susun strategi dari SP. Jadi secara aturan dilarang, tapi masing-masing sekolah punya strategi untuk mendapatkan nilai yang optimal,” tandas Wacanno. (LAM)

Comment