by

Penilaian Tidak Obyektif, Kualitas Anak Diragukan

Ambon, BKA- Berdasarkan hasil evaluasi belajar semester ganjil tahun 2020, penilaian terhadap kualitas anak-anak jutsru menurun drastis, jika dibandingkan dengan proses belajar secara tatap muka.

Hal itu tidak lain, karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terus dilakukan. Sehingga sekolah pun kesulitan dalam melakukan penilaian terhadap hasil belajar anak selama di rumah.

“Untuk SD Negeri Negeri Lama sendiri, hasil evaluasi tentang kualitas anak dimasa pandemi ini sangat berpengaruh, kalau dibandingkan dengan belajar normal di sekolah. Nilainya turun drastis. Mengapa, karena penilaiannya tidak obyektif. Guru mau menilai seperti apa, kalau selama pembelajaran di rumah dikawal langsung oleh orangtua. Dengan PJJ, orangtua jadi guru bantu anak di rumah. Akhirnya, dalam penilaian, guru menilai setengahnya itu dari orangtua, dan setengahnya lagi dari anak. Sebab anak tidak di sekolah layaknya masa normal, sehingga kita tidak dapat langsung menilainya secara objektif. Soal perkembangan anak, intelegensinya itu kita bisa menilai langsung. Tapi di rumah, ini kita tidak dapat mengukur. Jadi sudah pasti nilai atau kualitas menurun,” ungkap Kepala SD Negeri Negeri Lama Passo, Sarlota Wacanno, Kamis (14/1).

Terhadap persoalan tersebut, kata Wacanno, tidak mungkin sekolah tinggal diam. Karena apapun upayanya, proses belajar untuk semester genap tahun 2021 ini masih tetap dilakukan secara Daring maupun Luring. Sehingga pihak sekolah dituntut untuk mencari pola belajar yang lain, agar anak-anak tidak menjadi korban perpanjangan PJJ.

“Kita tidak bisa mematikan anak punya masa depan, karena masalah ini bukan dibuat oleh anak. Kita lebih mementingkan anak-anak ini hidup dengan kondisi yang sehat, walaupun aturan-aturan ini di buat oleh menteri. Di semester ini, karena polanya masih tetap sama, kita carikan strategi. Saya sebagai kepala sekolah dan para guru agak berbeda. Karena kita tidak bisa biarkan seperti yang terjadi 9 bulan kemarin. Ini masa depan anak, jadi anak itu harus dipersiapkan. Jadi nanti kita memakai strategi kami. Dengan cara apapun itu, entah itu Luring atau Daring, kita berusaha untuk mendobrak hal itu, namun tetap mematuhi protokoler kesehatan. Pokoknya strategi kita, tidak interaksi secara langsung, karena kita masih tetap mematuhi peraturan perwali,” tandas Wacanno. (LAM)

Comment