by

Penjabat Gunak SBT, Abaikan Panggilan Inspektorat

beritakotaambon.com – Penjabat Desa Administrasi Gunak, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Suprihatin Rumagia, berulang laki mengabaikan panggilan Inspektorat. Panggilan yang dilayangkan ini untuk meminta pertanggung jawaban atas kinerja Rumagia sebagai penjabat desa.

Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Inspektorat SBT, Hidayati Madaul mengaku, pihaknya berulangkali melayangkan surat panggilan bagi Suprihatin Rumagia untuk menyampaikan pertanggung jawaban atas kinerjanya sebagai penjabat.

Naasnya, Suprihatin Rumagia yang menjabat sejak 2019-2021 ini, tak kunjung datang memberikan keterangan atas panggilan dari Inspektorat Daerah itu.

“Kita surati untuk minta semua bukti 2019, 2020 tapi sampai sekarang tidak kembali lagi,” heran Hidayati, saat diwawancarai media ini, di ruang kerjanya, Selasa (12/10).

Baca juga: Pramuka di SBT Harus Punya Program Strategis

Menurut dia, tim Inspektorat sudah melakukan audit di lapangan. Hanya saja sempat kewalahan akibat penjabat dan sekretaris tidak berada di desa. Setibanya tim di Bula, juga telah menyurati kambali Rumagia, namun belum juga direspon.

“Sempat turun audit, tapi tidak ditemui dia (Rumagia) di sana. Sampai di sini (Bula) kami menyurati dia, tapi tidak pernah dia muncul,” sebutnya. .

Menurut Hidayati, Suprihatin Rumagia sempat datang bersama suaminya ke Inspektorat Daerah untuk membuat surat peryataan menyelesaikan pekerjaannya. Namun saat Hidayati memintanya kembali mengambil Rencana Anggaran Biaya (RAB), Rumagian pergi dan belum kembali.

“Hari itu dia datang dengan dia punya suami, dia bilang buat surat penyataan untuk selesaikan pekerjaan. Tapi setalah saya suruh ambil RAB untuk proses pemeriksaan, dia tidak datang lagi,” beber dia.

Baca juga: Program “Bergerak Dari Timur” Dapat Banyak Antusias

Sebelumnya diberitakan, Camat Kilmury, Abdul Gafar Rumanama meminta, agar Suprihatin Rumagia segera merealisasikan semua program kerja yang didanai melalui Dana Desa (DD). Baik dari tahun 2020 sampai dengan 2021. Upaya tersebut katanya, sebagai bentuk bertanggungjawab kepada masyarakat atas DD yang dikelola.

Gafar mengatakan, dirinya merasa kageta saat melihat RAB tahun 2020. Sebab di RAB itu, terlampir sejumlah program fisik yang sampai saat ini tidak terealisasi di lapangan, seperti Balai Desa dan drainase.

“Kemarin saya lihat mereka punya RAB, memang paling bahaya. Nilainya, Balai Desa sekitar 200 juta lebih dan drainase sekitar 80 juta lebih juga. Saya kaget, kira selama ini tidak ada kerja fisik begitu. Cuman dia berani,” tutur Gafar.

Baca juga: Satu Kades Di SBT Terancam 6 Tahun Bui

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri SBT, Muhammad Ilham saat dikonfirmasi wartawan, menyebutkan, dirinya akan mempelajari masalah tersebut. Juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk memastikan masalah dugaan penyalahgunaan pengelolaan keuangan DD dan ADD di Negeri Administratif Gunak itu.

“Saya akan pelajari dan saya akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Saya akan cek betul. Apakah dananya sudah dicairkan. Apa kendalanya belum disalurkan,” pungkasnya. (SOF)


Baca juga:
Diskominfo Targetkan SBT “Merdeka” Telekomunikasi

Comment