by

Penjabat Kades Ubung Polisikan Pendemo

beritakotaambon.com – Penjabat Kepala Desa Ubung, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, Fahri Umagapy secara resmi melaporkan Nasrun Buton atas dugaan pencemaran nama baik, ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT ) Polres setempat, di Jalan Pandopo Bupati, Sabtu (4/9).

Hal tersebut bermula dari sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam From Peduli Rakyat Bupolo (FPRB), menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Buru dan menuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru memeriksa Pejabat Desa Ubung atas dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD), Kamis (2/9) lalu.

Hal tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Fahri Umagapy, atas nama pribadi dan pemerintah desa mempolisikan Nasrun Buton selaku koordinator aksi.

Dalam laporan itu, Fahri meminta Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja, agar dapat memproses dugaan tindak pidana pencemaran nama baik yang dilakukan Nasrun Buton, saat melakukan orasi saat itu.

“Yang mana dalam orasinya, saudara Nasrun mengatakan bahwa ada penyalahgunaan dana desa yang dilakukan pejabat Desa Ubung tahun 2019-2020. Maka saya meminta untuk Nasrun bisa diproses secara hukum,” pintanya.

Baca juga: Pemkab Buru Turunkan Harga Rapid Antigen

Sebelum melaporkan Nasrun Buton, Fahri Umagapy menggelar rapat terlebih dahulu untuk mengklarifikasi terkait isu yang sedang menyerang dirinya itu. Setelah rapat bersama masyarakat, dirinya langsung ke Polres Pulau Buru untuk melaporkan Nasrun Buton secara resmi.

Orang nomor satu di Desa Ubung itu menegaskan, tudingan penyalahgunaan DD Bantuan Perikanan Nelayan, Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Desa Ubung Tahun 2019-2020, tidak benar.

“Hari ini saya akan klarifikasi apa yang sudah disampaikan di Kejaksaan maupun kemarin sempat aksi di Kantor Bupati. Dan saya sendiri saksikan dan memvideokan, dan videonya masih ada. Kemudian saya akan klarifikasi apa yang mereka sampaikan kemarin masalah penyalahgunaan atau dugaan korupsi di Desa Ubung tahun anggaran 2019-2020,” tutur Fahri, saat menghubungi media ini, Senin (6/9).

Ia menjelaskan, pengunaan DD tahun 2019 pada APBDes Desa Ubung, dan nama kegiatannya adalah Batuan Perikanan Pada Nelayan. Yang mana saudara Nasrun menyampaikan, bahwa anggarannya sebesar 40 juta rupiah.

“Anggaran bantuan nelayan kurang lebih 40 juta. Tapi yang sempat saya dengar yang disampaikan bahwa untuk bantuan Nelayan Desa Ubung cuman 1 juta, itu tidak benar. Karena laporan pertangungjawaban saya jelas ada. Kalau itu bantuan secara pribadi dari saya, bukan dari anggaran APBDes,” tegasnya.

Ia menambahkan, pada 2019 pihaknya memberikan bantuan kepada nelayan berupa 3 unit body fiber dan 4 buah mesin ketinting. “Lalu pada tahun 2020, kita juga memberikan bantuan kepada nelayan berupa body fiber 4 unit dan mesin ketinting 4 buah,” ungkapnya.

Yang sangat disesali, lanjut Fahri, Nasrun menuduh dirinya selaku Pemerintah Desa Ubung gelapkan Dana Desa.

“Bukan saya sombong, tetapi saya pernah mendapat penghargaan dari Kemendes pada tahun 2020. Dan yang saya pimpin menduduki peringkat ke 1 dari 82 desa se-Kabupaten Buru yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT) untuk Penyaluran BLT DD tahap 1, 2 dan 3 tahun 2020. Yang menyalurkan bantuan terbaik dan tercepat,” tutupnya. (MSR)

Baca juga: Polres Buru Gencar Vaksinasi Massal Keliling

Comment