by

Penjagal Sapi Tagih Janji Walikota

Ambon, BKA- Ratusan pemotong atau penjagal sapi yang masih menetap di lokasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Mardika, kecamatan Sirimau, menagih janji Walikota Ambon, Richard Louhenapessy untuk mencarikan solusi pemindahan RPH, seperti yang dijanjikan pada Rabu (4/11) pekan kemarin.

Ratusan penjagal dan penjual daging sapi ini, menolak untuk dipindahkan ke RPH Tawiri, kecamatan Teluk Ambon yang telah dibangun oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon sejak tahun 2016 lalu.

Sebab selain bermasalah, pembangunan RPH Tawiri justru menyulitkan para penjagal karena letaknya yang sulit dijangkau. Bahkan tidak memberikan rasa aman dan nyaman kepada para penjagal, yang setiap hari melakukan pemotongan hewan di malam hari.

Saat ditemui pekan lalu di Balai Kota, Walikota Kota Ambon telah berjanji akan mencarikan solusi untuk pemindahan RPH khsusus sapi ke kawasan Desa Tawiri. Lantaran lokasi pemotongan berada sangat jauh dari jalan umum, yakni harus melewati kawasan pemukiman warga sekitar 5 km.

Kepada koran ini, Minggu (8/11), Daeng Ismail Supuh, salah satu pedagang dan penjagal sapi di pasar Arumbai, mewakili rekan-rekannya untuk mempertanyakan janji Walikota terkait solusi pemindahan lokasi RPH.

Menurutnya, harus ada solusi dari walikota untuk pemindahan RPH. Sebab, ratusan penjagal dan pedagang sapi seara tegas telah menolak dipindahkan ke RPH Tawiri. Bahkan Pemerintah Kota sendiri, kata dia, dinilai berpihak untuk memindahkan para pedagang dan penjagal sapi dari RPH Mardika. Sementara untuk RPH babi di Mardika tidak dipindahkan.

“Harusnya ada koordinasi antara Pemerintah Kota dengan kami para penjagal dan pedagang sapi, terkait pemindahan RPH. Tapi kan selama ini tidak, kenapa kita yang harus pindah sementara RPH babi tidak. harusnya RPH Babi di Mardika yang dipindahkan ke RPH Tawiri. Maka itu, kita tagih janji walikota soal solusi pemindahan RPH Tawiri yang dijanjikan,” tegas Daeng Ismail.

Menurut dia, walikota harus subjektif dengan apa yang disampaikan. Yakni jika berencana merelokasikan RPH Mardika, maka harus berkoordinasi dulu dengan para pedagang maupun penjagal sapi.

Bukan seenaknya membangun di daerah yang sulit dijangkau, kemudian ingin memindahkan para penjagal dan pedagang tanpa berkoordinasi terlebih dahulu. Apalagi tidak ada jaminan keamanan terhadap RPH Tawiri yang baru dibangun.

“Yang kami minta hanya solusi seperti yang dijanjikan pak walikota. Sehingga ada rasa keadilan dan kepedulian dari pemerintah kota terhadap nasib ratusan penjagal dan pedagang sapi di kota Ambon,” pesannya. (RHM)

Comment