by

Penumpang KM Tidar Dialihkan ke KM Pangrango

BURU-BKA, Sebanyak 585 penumpang Kapal Motor (KM) Tidar yang karam di perairan Namlea, Senin (26/7), telah dievakuasi dan dialihkan ke KM Pangrango oleh PT Pelni.

Kepala operasional PT Pelni Cabang Ambon, Muhammad Assagaff mengatakan, sesuai hasil rapat virtual yang dilakukan bersama stakeholder lainnya, KM Tidak sudah dua kali diuji coba untuk lepas dari lokasi karam. Hanya saja hingga kemarin belum bisa, sehingga seluruh penumpang dialihkan ke KM Pangrango.

Bahkan pihaknya, lanjut Assagaff, telah mengirimkan kapal tugboat atau kapal tunda yang disewa untuk menarik KM Tidar hari ini.

Baca: Pemkab Buru Berlakukan PPKM Level 3

“Jadi kita kondisikan kapal tugboat yang disewa untuk ke sana. Jam 3 sore tadi (kemarin) sudah ke sana (Namlea). Dan nanti saat volume air tinggi dan perkiraan jam 5 pagi nanti (hari ini), akan dieksekusi atau ditarik. Dan prediksi saya, KM Tidar 90 persen akan lepas,” tandas Assgaff, kepada wartawan, Selasa (27/7).

Diakuinya, karena faktor dorongan angin haluan depan kapal menyentuh opstakel di laut (daratan kering) yang mengakibatkan KM. Tidar kandas dan tidak bisa melakukan manuver. Sehingga proses evakuasi penumpang telah dilakukan sejak Selasa kemarin.

“Ada kapal Pangrango yang kemarin tujuan Ambon ke Namrole, dan akan kembali ke Ambon. Kita alihkan menuju Namlea untuk mengangkut penumpang Tidar,” sebutnya.

Rencananya, kata dia, ratusan penumpang KM Tidar itu, akan diantar ke tujuannya menggunakan KM. Pangrango.

“Jadi dari Namrole nanti diturunin, kita angkut penumpang yang tujuan Bau-bau dan Ambon, dengan KM. Pangrango. Yang rencana nanti sekitar jam 5 sore tiba di Namlea. Jadi kita angkut alternative, terutama itu kita amankan penumpangnya untuk ke tempat tujuannya,” terangnya.

di informasikan, KM.Pangrango akan ke Ambon, Dobo, Kaimana, Fak Fak dan sorong. menunggu eksekusi nanti pagi ini jika seandainya KM.Tidar telah lepas, maka besok sore sudah bisa tiba di Ambon.

“KM.Tidar tetap masuk Len, KM.Tidar kejar kapal Pangrango nanti untuk ambil ahli penumpangnya kembali, yang sudah di bantu sama Pangrango tersebut. dan kembali ke kapal Tidar untuk di lanjutkan ke tempat tujuan.” Tukasnya.

Ia juga menambahkan, KM Pangrango sementara ini dibatalkan ke Saumlaki. Dimana KM Pangrango sebelumnya memiliki scedule keberangkatan ke Banda dan Saumlaki, namun telah dibatalkan.

“Kapal Pangrango kita dikhususkan untuk evakuasi penumpang KM Tidar saja. Kita tidak muat penumpang lagi, sedangkan untuk yang sudah beli tiketnya di sini, nanti kita dikondisikan di kapal lain. Kalau memenuhi syarat untuk menerima penumpang, kalau kapasitasnya masih memungkinkan,” imbuhnya.

Assagaff juga mengaku, ratusan penumpang Pangrango kecewa karena tiket mereka dibatalkan. Tetapi semua uang tiket dikembalikan 100 persen. Hanya saja, untuk Rapid Antigen tidak bisa diganti oleh pihak Pelni karena bukan kapasitasnya.

Baca: Ekonomi Lumpuh, Warga Aru Minta PT. PBR Dibuka

“Kami kembalikan harga tiket 100 persen, tapi tidak dengan harga surat Rapid antigen. Karena bukan kapasitas PT.Pelni. itu adalah syarat yang diberikan oleh pemerintah langsung,” tutupnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas 2 Namlea, Jonly Pentury. Diakuinya, ratusan penumpang KM Tidar yang kandas itu, telah dievakuasi dan dialihkan ke KM Pangrango. Dimana KM Tidar kandas sekitar 200 meter di depan Pelabuhan Namlea, sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Pulau Ambon.

Dia menjelaskan, dalam proses evakuasi penumpang KM Tidar, walaupun kondisi cuaca angin tetapi berjalan dengan lancar hingga selesai.

“Proses evakuasi tadi (kemarin) tepat pukul 13.00 WIT dan berakhir sekitar pukul 15.40 WIT. Kurang lebih 2 jam 40 menit. Dan kita hanya lima unit dan kita melayani 2 jam 40 menit dengan kondisi cuaca yang berangin. Tetapi Alhamdulilah, puji Tuhan, semua berjalan baik sampai 15.30 WIT. Saya berada di atas KM Tidar mengecek semua ruangan, apakah masih ada penumpang atau tidak. Dan saya memastikan sendiri sudah tidak ada lagi penumpang di atas KM Tidar,” ungkap Pentury.

Tim yang terlibat dalam upaya evakuasi itu, sambung dia, yakni empat personil dari Polairud Polda Maluku, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Namlea, kapal Basarnas, patroli Polres Buru, anggota KPLP, serta satu buah kapal barang KLM Bone Anty 05.

“Dalam proses evakuasi tersebut melibatkan kami sendiri dalam hal ini KPLP Pelabuhan Namlea UPP Kelas II, dengan 1 unit KNP 5157 dengan bantuan 2 unit dari rekan-rekan Polairud Polda Maluku dan Polairud Polres Pulau Buru. Kemudian 1 unit RID milik Basarnas Perwakilan Pulau Buru dan dibantu salah satu kapal swasta yang kebetulan melakukan aktivitasnya di Pelabuhan Namlea,” paparnya.

Dia melanjutkan, setelah penumpang dievakuasi, kemudian diarahkan ke terminal penumpang sambil menunggu datangnya KM Pangrango di Pelabuhan Namlea.

“Jumlah penumpang yang dievaluasi sebanyak 585 dan yang kemarin yang turun sekitar 14 penumpang. Jadi total penumpang saat berlayar itu dengan kondisi penumpang lanjutan sendiri 541. Dan penumpang naik dari Pelabuhan Namlea sekitar 64 orang, dan total di atas kapal saat kejadian sekitar 605 orang,” sebut dia.

Pentury menambahkan, seluruh penumpang KM Tidar tidak diwajibkan membeli tiket untuk melanjutkan perjalanan dengan KM Pangrango. “Tidak ada pembelian tiket lagi, mereka langsung naik ke KM Pangrango untuk melanjutkan perjalanan,” bebernya.

Sementara berdasarkan pantauan BeritaKota Ambon, hingga pukul 18.30 WIT di Pelabuhan Namlea, ratusan penumpang KM Tidar mulai naik ke KM Pangrango untuk melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Ambon. (MSR)

Baca juga:
Golkar Intip Kursi Gubernur Maluku

Comment