by

Penyaluran Kuota Internet Tidak Maksimal

Ambon, BKA- Penyaluran bantuan kuota internet kepada siswa dan guru oleh Kemendikbud, dinilai tidak maksimal. Sebab sebagian besar siswa dan guru, banyak yang tidak kebagi-an bantuan itu.

Kepala SD Inpres 28 Nania, Stev Salmon, mengungkapkan, tidak semua guru dan siswa yang datanya dimasukkan dalam Dapodik sekolah sebagai penerima bantuan, mendapatkan bantuan pulsa tersebut.

“Tidak maksimal. Padahal semua data guru dan siswa yang memiliki Hp android sudah kita daftarkan. Tidak tahu kenapa, hanya sebagian saja yang terima bantuan. Dari 13 guru di SD Inpres 28 Nania, hanya 3 guru yang terima. Kkalau siswa, hanya sekitar 40 orang yang terima, dari total siswa 205. Kita berharap, di bulan Nopember kemarin atau bulan Desember ini disalurkan. Tapi tidak ada. Jadi memang tidak maksimal soal penyalurannya,” ungkap Salmon, Jumat (18/12)

Akibat hal tersebut, kata Salmon, terpaksa sekolah mengeluarkan anggaran untuk pembelian pulsa kepada guru, guna membantu dalam proses belajar Daring, Penilaian Akhir Semester (PAS), dan penginputan nilai siswa.

“Akhirnya harus begitu. Kita gunakan dana BOS untuk beli pulsa bagi guru yang tidak dapat bantuan. Kita tidak beli untuk siswa, karena memang anggaran tidak cukup. Dana BOS tahap terakhir ini kecil, jadi tidak bisa paksakan untuk bantu siswa. Kalau tahap II, pertengahan tahun boleh kita bantu siswa pulsa dan pulsa data. Puji Tuhan, meskipun kita terbatas dalam berbagai hal, tapi sudah boleh mengakhiri semester ini. Besok (hari ini), kita bagikan laporan pendidikan. Untuk tahun depan, kita tunggu intruksi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Apapun intruksinya, kita tetap ikut saja. Yang penting kita akhiri semester ini dulu,” tutup Salmon. (LAM)

Comment