by

Penyidik Lengkapi Berkas Ayah Pemerkosa Anak Kandung

Ambon, BKA- Berkas AT, ayah pemerkosa anak kandung di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, kini dirampungkan tim penyidik Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Izack Leatemia kepada koran ini mengatakan, untuk berkas ayah pemerkosa anak inisial AT. penyidik hingga kini masih melakukan perampungkan berkas.
“Bagian penyidik masih rampungkan berkas perkara tersebut,” ungkap Leatemia, Rabu kemarin.

Menurutnya, berkas perkara tersebut sambil dirampungkan, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang diduga mengetahui langsung peristiwa bejat dimaksud.
“Jadi untuk kasus itu, bisa jadi penyidik masih periksa saksi-saksi tambahan,” tutur Perwira pertama Polri itu.

Sekedar informasi saja, AT warga Kecamatan Sirimau Kota Ambon diringkus tim Buser Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, karena tega menyetubuhi anak kandunganya yang masih di bawah umur.

Kasat Reskrim Polresta Pulau Ambon, AKP Mido J Manik kepada Wartawan, Senin (16/11), mengatakan, perbuatan AT diketahui ibu korban sendiri, karena melihat anaknya sudah berbadan dua.
Tak terima perbuatan pelaku, ibu korban langsung melaporkan aksi bejat pelaku ke Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Kamis (12/11), untuk ditindak lanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Jadi kita menerima laporan sejak Kamis 12 November dan tim Buser baru melakukan penangkapan Jumat (13/11) lalu,” ungkap Rido Senin kemarin.

Kata dia, dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku, sudah menggagahi korban berulang kali. “Aksi bejat pelaku sudah berulang kali,pelaku memperkosa korban berkali kali. Pertama kali terjadi pada bulan Februari 2020 dan terakhir kalinya terjadi pada 13 Juli 2020,” beber dia.
Perwira Polri yang punya tiga balok emas itu menuturkan, kejadian bermula sekitar bulan Desember 2019, dimana pelaku datang mengajak korban untuk tinggal bersama di rumah pelaku. Saat itu Korban sama sekali tidak curiga karena pelaku merupakan ayah kandung korban.

Namun setelah tinggal bersama selama beberapa bulan, tepatnya pada bulan Februari, pelaku baru menunjukan sikap bejatnya.
“Saat itu pelaku datang dengan kondisi mabuk dan langsung memeluk korban dari arah belakang. Pelaku juga ajak korban untuk berhubungan badan, namun korban menolak, tapi pelaku tetap memaksa korban hingga korban tidak berdaya,” bebera Kasat.
Penolakan korban lantas tidak membuat pelaku gentar, pelaku yang sudah dirasuki nafsu lalu memaksa korban dan mendorong korban hingga terjatuh. Kondisi Korban yang tidak berdaya dimanfaatkan tersangka untuk melancarkan perbuatan bejadnya dengan memperkosa korban.
Hal serupa terjadi pada 13 Juli lalu, saat itu pelaku yang sudah dalam mabuk, menemui korban sementara tidur dan memperkosanya.
Kejadian tersebut terungkap setalah ibu korban menyadari kondisi korban yang sudah berbadan dua dengan usia kehamilan sekitar 5 bulan.
Setelah ditanya siapa pelakunya korban akhirnya menceritakan semua perbuatan bejat sang ayah kepada Ibunya. Tidak terima ibu korban akhirnya melapor.
“Saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kita jerat dengan persetubuhan terhadap anak sebagaimana dimaksud Pasal 81 ayat (1), (2), dan (3) UU RI No 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU dengan ancaman 20 Tahun penjara,” pungkasnya. (SAD)

Comment