by

Penyuntikan Dosis Kedua Terhadap Gubernur

Ambon, BKA- Gubernur Maluku, Murad Ismail, dan jajaran Forkopimda Maluku mengikuti penyuntikan kedua untuk vaksin Covid-19 pada Jumat, (29/1).

Sebelumnya Murad Ismail menjadi orang pertama di Maluku yang mendapat suntik vaksin Covid-19 tahap pertama, pada 15 Januari lalu.

Sama seperti vaksinasi dosis pertama, vaksinasi dosis kedua dilakukan sesuai prosedur. Yakni, Gubernur Maluku dan jajaran Forkopimda Maluku, diantaranya,
Komandan Lanud Pattimura Kolonel Pnb Sapuan, Kepala BNN Brigjen Pol. M Zainul Mutaqien, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Agus Rohman, Kepala Biro Operasi Polda Maluku Kombes Pol Antonius Wantri Yulianto, Kepala Basarnas Djunaidi, harus menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum divaksinasi.

Gubernur Maluku, Murad Ismail, membeberkan, usai menerima vaksin pertama pada 15 Januari 2021 lalu, kondisi tubuhnya baik-baik saja. Dia mengaku tidak merasakan demam, pusing atau efek-efek lain, hingga dilakukan vaksinasi tahap kedua.

“Kalau orang lain saya tidak tahu. Tapi kalau saya, tidak ada efek sama sekali. Kembali dari sini (vaksin pertama), saya tidur karena baru tiba dari Jakarta dini hari dan tidak tidur. Abis vaksin, saya langsung tidur,” sebut gubernur.

Gubernur mengakui, vaksin sinovac itu terbukti aman, tanpa memberi efek samping berarti. Kendati demikian, dia menyadari masih ada sebagian masyarakat yang setuju dan tidak, dengan pemberian vaksin. Sementara efikasi vaksin sinovac lebih dari 67 persen.

Mantan Dankor Brimob Polri ini menghimbau masyarakat, agar mewaspadai maraknya berita bohong atau hoaks terkait dengan vaksinasi untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

“Seperti saudara-saudara wartawan lihat, sampai dengan vaksin kedua, kami semua dalam keadaan sehat walafiat,” kata gubernur.

Untuk itu, Gubernur berharap, ketika masyarakat ingin memperoleh informasi yang jelas tentang vaksin, ia menganjurkan untuk bertanya kepada ahlinya atau yang berkompeten.

“Soal keamanan vaksin, tanya ke BPOM. Begitupula halal atau tidak, tanyalah ke MUI atau tokoh-tokoh agama dan ulama.
Jangan ke yang lain, yang tidak berkompeten,” ingatnya.

Sebelum divaksin, Direktur Utama RSUP. J. Leimena, dr. Celentinus Munthe, menjelaskan, vaksinasi Covid-19 membutuhkan dua kali proses penyuntikan dan butuh waktu satu bulan untuk menciptakan kekebalan imunitas tubuh terhadap Covid-19.

“Suntikan pertama dilakukan dengan tujuan menimbulkan respon kekebalan awal pada tubuh orang yang menerima vaksin, dan suntikan kedua diberikan dua minggu setelah suntikan awal yang bertujuan menguatkan respon imun yang telah terbentuk dalam penyuntikan vaksinasi pertama,” kata Celentinus.

Vaksin sebut Celentinus, membutuhkan waktu antara 14 hingga 28 hari setelah penyuntikan kedua guna membangun jumlah antibodi yang optimum sehingga dapat berikan perlindungan maksimal kepada orang yang divaksin.

“Jadi apabila ada pertanyaan soal apakah ada kemungkinan setelah divaksin ada dampak kena virus Covid-19, jawabannya tetap punya kemungkinan dampak dari Covid tapi efek yang ditimbulkan dapat diatasi oleh kekebalan imun yang telah terbentuk pada vaksinasi dan gejalanya sangat ringan bahkan tidak ada sama sekali,” pungkasnya.(IAN)

Comment