by

Peringati HUT ke-17 Kabupaten Kepulauan Aru

Ambon, BKA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 17 berdirinya kabupaten itu, di Lapangan Yos Sudarso Dobo, Jumat (18/12).

Upacara yang dipimpin Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga, tersebut berlangsung dengan menerapkan Protokol Kesehatan ketat. Tamu undangan yang hadir harus melalui pengecekan suhu tubuh, yang dilakukan oleh tenaga medis dari Puskesmas Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru.

Hadir pada upacara peringatan HUT kabupaten penghasil mutiara itu, diantaranya, Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sigalrey, anggota DPRD, pimpinan instansi vertikal, pimpinan OPD, para camat, para tokoh adat, tokoh agama dan tamu undangan.

Bupati Johan Gonga dalam pidatonya, mengatakan, 18 Desember 2003 atau 17 tahun silam, merupakan momen bersejarah penyelenggaraan pemerintahan di kabupaten itu.


Sehingga, katanya, upacara HUT yang digelar tersebut bukanlah suatu selebrasi semata yang dilakukan setiap tahun. Melainkan sebagai suatu energi positif, yang mampu mendorong perbaikan system penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) di bumi Jargaria/Sarkwarisa.

“Kita sama-sama tahu bahwa tepatnya 18 Desember 2003 silam, Aru kita ini ditetapkan sebagai daerah otonom baru. Dan kini kita merayakannya sebagai hari lahir kabupaten ini. Untuk itu, saya mau bilang, bahwa mari kita bahu membahu untuk membangun Aru yang kita cintai ini, dengan penyelenggaraan pemerintah yang baik ya,” terang Gonga.

Menjaga dan membangun Jargaria/Sarkwarisa dalam bingkai orang basudara demi memutus mata rantai Covid-19, untuk menuju Aru yang sehat, damai, sejahtera dan bersatu, merupakan tema yang diusung pada HUT Kabupaten Kepulauan Aru ke-17.


Tema tersebut, terang Gonga, mengandung makna serta memiliki pesan khusus, bahwa bencana non-alam penyebaran Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama semua element stakeholder, baik masyarakat, pemrerintah maupun pelaku usaha dalam memeranginya.

“Ya olehnya itu, saya harap momentum HUT ke-17 ini dapat kita maknai bersama seperti yang tertuang dalam tema ini. Mari kita satukan tekad untuk melawan penyebaran Covid-19 lewat doa dan tindakan nyata, agar daerah kita terbebas dari Covid-19,” ucap Gonga

Orang nomor satu di Kabupaten Kepuluan Aru itu juga meminta masyarakat, agar momen HUT ke-17 itu dimaknai sebagai perjuangan dan pengabdian yang harus terus digaungkan. Sebab, seberat apapun tantangan yang datang,
kalau dihadapi dengan kekompakan semua elemen masyarakat, maka hal itu bisa dihadapi. Sehingga kekompakan harus terus dijaga, demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera dalam semangat “Sita Kaka Walike, Sita Eka Tu”.

“Jadi semangat orang basudara dalam membangun Aru harus didasari kekompakan. Sebab kalau tidak, maka saya yakin sungguh, apa yang kita harapkan bersama demi mewujudkan masyarakat Aru yang sejahtera, susah kita capai,” pungkas Gonga. (WAL)

Comment