by

Perlu Ada Simulasi AN di Buru

Ambon, BKA- Pemunduran pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN), dinilai perlu dikuatkan dengan pelaksanaan simulasi.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim, mengumumkan pelaksanaan AN diundur dari jadwal semula pada Maret 2021 hingga April 2021 menjadi September 2021 hingga Oktober 2021.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) Madrasah Aliyah (MA) Alhilaal Namlea, Mohamad Tomia, saat ditemui BeritaKota Ambon, Selasa (26/1).

“Menurut saya, memang dalam kondisi Covid ini, penundaan asesmen suatu hal yang terbaik. Karena Asesmen Nasional ini perlu kesiapan-kesiapan dan perlu ada simulasi-simulasi, karena tinggal beberapa bulan jika sesuai dengan jadwal, bulan Maret ya? Ini terlalu dekat,” kata Tomia.

Dia mengatakan, dalam kondisi pandemi Covid-19, sudah tepat jika dilakukan langkah untuk diundur, karena pihak sekolah akan melakukan persiapan dan simulasi dalam rentang waktu tersebut.

“Untuk itu, setelah adanya pemunduran ini semakin baik, karena kita bisa melaksanakan simulasi untuk beberapa kali, agar bisa masuk pada asesmen nasional ini sudah menghasilkan suatu persiapan yang matang. Karena asesmen ini adalah penataan pendidikan seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Namun menurutnya, AN sebagai proses penilaian kelulusan siswa sudah tepat untuk menggantikan Ujian Nasional di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Saya pikir dalam masa pandemi ini, asesmen ini adalah terbaik untuk kita bisa melaksanakan penilaian-penilaian di masa pandemi ini,” ujar dia.

Ia berharap, semoga dengan diundurnya AN pada bulan September-Oktober, pihak sekolah mempunyai waktu untuk persiapan agar mendapatkan hasil yang baik.

“Harapan saya, mudah-mudahan dengan adanya asesmen nasional ini yang diundurkan pada bulan September-Oktober ini, maka persiapannya semakin matang. Sehingga kita dari pihak sekolah bisa melaksanakan dengan baik. Kita pihak sekolah juga dan siswa, kita mempunyai waktu untuk melakukan persiapan diri lah,” pungkasnya. (MSR)

Comment