by

Perlu Inovasi Kembalikan Semangat Siswa

Ambon, BKA- Jika pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 yang akan datang, proses pembelajaran masih dilakukan secara jarak jauh, maka diperlukan inovasi pembelajaran Daring maupun Luring, untuk mengembalikan semangat belajar siswa.

Sebab sepanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilaksanakan sepanjang 2020 lalu, ditemukan sejumlah kendala yang mengakibatkan siswa tidak semangat untuk mengikuti proses PJJ atau Belajar Dari Rumah (BDR).

Kepala SD Negeri 5 Ambon, Amir Suailo, mengatakan, inovasi perlu dilakukan pada penerapan PJJ, untuk mengembalikan semangat siswa. Jika pada semester genap mendatang, belum bisa dilakukan belajar tatap muka.

Memang akuinya, inovasi yang dilakukan tersebut dampaknya tidak sama dengan apabila pemerintah mengijinkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Tapi setidaknya, inovasi yang dilakukan itu dapat sedikit mengangkat semangat siswa untuk belajar secara PJJ.

“Bahwa yang terjadi pada tahun kemarin, siswa diberikan banyak tugas, bahkan terbeban karena harus tuntas materi pelajaran yang diberikan. Pada akhirnya, mereka merasa jenuh untuk BDR. Jadi kalau mau PJJ lanjut lagi, maka yang bisa dilakukan adalah perbaiki teknis PJJ. Intinya, tidak boleh membebani siswa dengan tugas yang banyak, supaya tidak jenuh,” ujar Suailo, Kamis (7/1).

Mennurutnya, selain dukungan orangtua, guru harus berperan penting untuk mengawasi proses PJJ. Untuk itu, dia terus mengingatkan para guru pada sekolah yang dipimpinnya untuk tidak membebani siswa dengan berbagai tugas.

Bahkan, katanya, diupayakan dilakukan kunjungan guru ke rumah siswa, untuk mengevaluasi proses belajar selama satu minggu.

“Sebab, soal PJJ berlanjut itu sudah sudah diintruksikan oleh Pemkot Ambon. Sehingga berbagai macam kendala yang terjadi pada semester lalu, perlu kita perbaiki. Jangan beratkan siswa dengan tugas. Dan untuk kembalikan semangat mereka, satu minggu sekali ada kunjungan rumah, untuk menanyakan proses belajar selama seminggu. Sebab tahun lalu, siswa diberikan banyak tugas, sehingga semangat siswa kendor. Bahwa selama PJJ, secara teknis tidak bisa paksakan siswa untuk tuntas akademik. Jadi kita ambil langkah-langkah, agar meskipun pandemi, siswa tetap belajar agar tidak tertinggal dari segi pengetahuan maupun karakter,” tandas Suailo. (LAM)

Comment