by

Pernikahan Dini Terjadi di Bursel, Kemenag Maluku Pilih Bungkam

beritakotaambon.com – Sikap lemah ditunjukkan Kanwil Kemenag Maluku, terkait pernikahan dini yang yang terjadi di Kabupaten Buru Selatan (Bursel), beberapa waktu lalu.

Kantor yang dipimpin Jamaludin Bugis itu memilih bungkam, tidak mau menanggapi persoalan keumatan tersebut.

Padahal Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 atas perubahan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, melarang adanya pernikahan anak dibawa usia 19 untuk pria dan 16 untuk wanita.

Baca juga:
14 Usaha TV Kabel di Malteng Tidak Miliki IPP

Diketahui, pada 29 September lalu, anak Ketua MUI Bursel, Intan Karate berinisal NK yang masih berusia 15 tahun dan masih duduk dibangku kelas III SMP Negeri 1 Namrole, menikah dengan seorang ustadz asal Tangerang Selatan.

Memang pernikahan itu tidak terdaftar atau tercatat pada Kantor Urusan Agama (KUA). Namun dalam proses pernikahan itu, hadir Kepala KUA Leksula. Dia tidak melarang pelaksanaan pernikahan dini tersebut, malah yang memberi khutbah nikah.

Saat ingin diminta tanggapan, Kakanwil Kemenag Maluku maupun Kabid Urusan Agama Islam, Rusdi Latuconsina, terkesan menghindar saat dihubungi via seluler beberapa kali, Selasa (11/10).

Sedangkan Kabag TU Kanwil Kemenag Maluku, Yaser Rumadaul, yang dihubungi via seluler, meminta wartawan untuk menghubungi Kabid Urais. Dia mengaku, tidak tahu menahu soal pernikahan dini anak Ketua MUI Bursel tersebut.

“Langsung bisa tanyakan ke Kabid Urais, karena itu poksinya untuk menjawab,” saran Rumadaul.

Baca juga:
Pencari Kerja di Ambon Tembus 5.000 Orang

Plt Kepala Kantor Kemenag Bursel, La Jurasa, yang dikonfirmasi via seluler, mengaku, kalau semua laporan terkait dengan pernikahan dini, termasuk keterlibatkan Kepala KUA Leksula pada pernikahan itu, sudah disampaikan ke Kanwil Kemenag Maluku sebagai pengambil keputusan.

Ia mengaku, memang telah terjadi pernikahan dini antara anak dari Ketua MUI Bursel yang masih berusia 15 tahun dengan seorang ustaz asal Tangerang Selatan.

Baca juga: Polnam Siap Dukung Pariwisata Maluku

“Memang secara resmi pernikahannya tidak terdaftar di KUA. Itu hanya nikah siri saja. Kami juga sudah sampaikan ke orangtua mempelai perempuan yang juga Ketua MUI Bursel, tapi mereka tidak terlalu merespon alias pura-pura tidak tahu, kalau apa yang dilakukan sudah melanggar UU,” ujarnya.

Kasus pernikahan dini itu sempat menimbulkan protes warga Bursel, terutama siswa dan guru SMP Negeri 1 Namrole, dengan cara berunjuk rasa di Kantor Kanwil Kemeneg Buru Selatan dan juga kantor DPRD Bursel. (RHM)

Comment