by

Perpustakaan Hatukau Diresmikan

Ambon, BKA- Sarana untuk mendorong dan meningkatkan budaya literasi masyarakat di Negeri Batu Merah, kembali bertambah. Pemerintah Negeri Batu Merah bersama instansi terkait meresmikan Perpustakaan “Hatukau” di Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin(17/8).

Perpustakaan ini hadir ditengah-tengah masyarakat dengan berbagai inovasi untuk segala jenjang umur. Sepuluh program unggulan perpustakaan ini diantaranya pengajaran mengaji bagi semua kalangan umum setiap harinya dan ada juga pelatihan bagi warga mengenai cara menanam tanaman organik dan hidroponik.

Kepala Perpusatakan Hatukau, Arita Muhlisa menyampaikan, perpustakaan ini sudah menjadi perpustakaan terbaik didunia internasional maupun nasional. Perpustakaan yang mulanya hanya taman bacaan ini, sekarang telah menjadi perpustakaan yang lengkap dengan fasilitas dan segala program keunggulan.

“Perpustakaan ini awalnya hanya taman bacaan yang bertempat di Stain. Adanya dukungan dari pemerintah Kota dan Pemerintah Negeri, sehingga kami bisa meresmikan perpustakaan yang sudah lengkap dengan

fasilitasnya ini. Kami memiliki sepuluh program unggulan yang nanti akan kami jalankan. Semua program yang kami usung diupayakan agar bisa di ikuti oleh semua kelompok usia. Misalnya, program mengaji yang bukan khusus untuk anak-anak tapi juga orang tua yang belum memahami betul pengajian. Kami juga akan membuat Kopi Kata, yaitu tradisi bastory yang sudah lama dikenal orang Ambon. Logo perpustakaan juga memiliki arti, yaitu kepala artinya melambangkan ide dan inovasi. Selain kepala ada juga titik yang dihubungkan dalam logo kepala yang memiliki arti bahwa kita juga membutuhkan jaringan dan orang lain untuk bisa berinovasi,” katanya.

Pejabat Negeri Batu Merah, Fenly Masawoy menambahkan, perpustakaan ini sudah direncanakan sejak tahun 2019 namun dengan adanya pandemi covid-19 dan kurannya fasilitas sehingga baru bisa diresmikan hari ini.

Ia juga mengatakan, tidak semua fasilitas diperpustakaan bersumber dari Dana Desa, ada juga bantuan fasilitas dari Pemerintah Kota. Dengan adanya perpustakaan ini, mereka berharap agar warga semua kelompok usia bisa memanfaatkan perpustakaan ini dengan baik.

” Itu sudah dianggarkan sejak tahun 2019 dan anggarannya yaitu 400 juta. Ini diresmikan tahun ini karena fasilitas yang belum lengkap dan adanya pandemi covid-19. Sebagian fasilitas dari bantuan yang didapat dari Pemerintah Kota dan sebagian juga dari DD. Perpustakaan ini buka setiap hari dari jam tujuh pagi hingga jam delapan malam sesuai dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. Diharapkan agar perpustakaan bisa

meningkatkan kecerdasan penggunanya terutama bagi mereka yang kurang mampu dan tertinggal dalam pendidikan,” tuturnya. (MG-1)

Comment