by

Personel Polda Maluku Bantu Warga Terdampak COVID -19

Wadan Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Maluku, AKP Denny Sandera mengatakan, pihaknya melakukan aksi sosial berupa anjangsana ke rumah keluarga personil Gegana yang sudah meninggal dunia serta memberikan bantuan sosial, termasuk pembagian sembako kepada 30 KK warga Kota Ambon yang terdampak pandemi COVID-19. (24/11) (daniel leonard)
Ambon (ANTARA) –
Anggota Detasemen Gegana Satbrimob Polda Maluku melakukan aksi sosial berupa anjangsana serta pemberian bantuan bahan kebutuhan pokok kepada warga terdampak pandemi COVID-19 di Kota Ambon.

“Anjangsana dan silaturahim disertai pemberian bantuan sosial dilakukan kepada keluarga personil Detasemen Gegana yang telah meninggal dunia,” kata Wakil Komandan Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Maluku AKP Denny Sandera di Ambon, Selasa.

Kegiatan bhakti sosial ini sekaligus dalam rangka memperingati HUT Pasukan Gegana ke-46 pengabdian Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Maluku pada 27 November 2020.

Personil Gegana bersilaturahim kepada keluarga rekan mereka yang sudah meninggal dunia antara lain almarhum Kompol Fredy Manuhutu, almarhum AKP Luturmas, almarhum Bripda Alan Soplanit, almarhum Bripka A. Likumahuwa, serta almarhum Bripda Melvian Salamba.
Selain mendatangi keluarg personel Gegana yang sudah meninggal dunia, aksi kemanusiaan ini juga dilakuan pada warga kurang mampu terdampak pandemi COVID-19 di beberapa kelurahan di Kota Ambon berupa pemberian bantuan sosial.

Menurut dia, warga yang didatangi berdomisili antara lin di Desa Soya, Tanah Tinggi, Kayu Putih, Galala, Toisapu, Tantui Atas, Kapahaha, dan Kudamati.
“Hari ini kita melaksanakan beberapa kegiatan kemanusiaan seperti anjangsana, pemberian bansos dalam rangka memperingati HUT ke-46. Ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun,” ujar Denny. .

Bansos dibagikan kepada 30 kepala keluarga di Kota Ambon yang kurang mampu dan terdampak pandemi COVID-19 pada beberapa kelurahan dan tujuannya bisa meringankan beban penderitaan masyarakat yang kehilangan pekerjaan atau di-PHK dari perusahaan serta yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Pewarta : Daniel Leonard
Editor: Lexy Sariwating

Comment