by

Pertamina Ancam SPBU Lateri Putus Hubungan Usaha

Ambon, BKA- PT Pertamina (Persero) mengancam SPBU Lateri, akan memutuskan hubungan usaha kalau masih melakukan pelanggaran aturan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Untuk diketahui, sebelumnya SPBU Lateri dipergoki oleh Tim Satgas Covid-19 Kota Ambon tengah menjual BBM bersubsidi jenis premium kepada konsumen, yang menggunakan jerigen, pada 25 Februari lalu.

Jumlah BBM bersubsidi yang dijual tidak sesuai ketentuan itu tidak tanggung-tanggung, yakni, mencapai seratus jerigen ukuran 25 liter maupun 35 liter.

Unit Manager Communication Relation dan CSR PT Pertamina (Persero) Regional Papua Maluku, Edi Mangun, mengatakan, untuk menindaklanjuti kesalahan itu, PT Pertamina (Persero) telah berikan sanksi berupa administrasi kepada pihak SPBU Lateri.

Sanksi administrasi itu, katanya, berupa tidak diberikan jatah premium selama sebulan.

Jika SPBU Lateri masih kedapatan melakukan kesalahan yang sama dikemudian hari, maka PT Pertamina tidak tanggung-tanggung akan melakukan pemutusan hubungan usaha.

“Sanksi itukan bertahap. Yang paling terakhir itu adalah pemutusan hubungan usaha. Kami sudah berikan sanksi administrasi ke SPBU Lateri, atas pembuatannya. Yaitu tidak diberikan jatah premium selama sebulan. Kalau masih berbuat seperti itu, maka kami akan mengambil sanksi pemutusan hubungan usaha,” tegas Edi Mangun, Minggu (7/3).

Meskipun sudah diberikan sanksi administrasi, namun PT Pertamina tidak langsung lepas tangan begitu saja. Melainkan akan selalu memantau aktivitas SPBU Lateri.

“Jadi dari kami sudah berikan sanksi. Kami skorsing satu bulan tidak menjual premium. Selama itu, kita selalu memonitor SPBU Lateri,” ujarnya.

Lebih lanjut, ungkap dia, bukan saja sudah melanggar aturan penjualan BBM subsidi jenis premium. SPBU Lateri juga tidak patuh dengan aturan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, ditengah pandemi Covid-19. Seperti beroperasi diatas pukul 21.00 WIT malam.

“Kalau aturan Walikota Ambon, harus tutup jam 9 malam, harus tutup. Kenapa harus dibuka. SPBU Lateri itu sudah tidak mengindahkan aturan walikota. Kemudian laporan Satgas itukan SPBU itu juga tidak sesuai standar safety, karena melayani jerigen,” ucapnya.

Terkait penjualan BBM kedalam jerigen, sambung dia, sangat berbahaya. Karena gampang terbakar. Itu sangat merugikan banyak orang, kalau benar terjadi. “Itukan berbahaya. Itu kalau lisrtrik stastik, bisa saja kebakar. Disitu kan bisa merugikan banyak pihak, kalau terjadi kebakaran,” jelasnya.

Disinggung, bagaimana jika SPBU Lateri masih kedapatan menjual BBM jenis premium dimasa skorsing, tambah dia, kalau seperti itu, sama saja dengan menjual barang ilegal. Pastinya kena sanksi yang tegas.

“Dia mau dapat premium dari mana. Kamikan sudah tidak kasih jatah selama sebulan. Kalau terjadi seperti itu, namanya menjual barang gelap. Pasti kita akan laporkan ke polisi, dari mana BBM premium ini. Iyakan, ” tegasnya. (IAN)

Comment